• Warga Tetap Anggap Penting Hari Pahlawan

    0

      Jakarta, jurnalsumatra.com – Sejumlah warga tetap menganggap penting peringatan Hari Pahlawan pada 10 November karena banyak generasi muda yang lebih mementingkan dirinya sendiri atau kelompoknya dari pada bangsa Indonesia secara keseluruhan.
    “Pemuda saat ini cenderung lebih mementingkan dirinya masing-masing maupun kelompoknya dari pada bangsa secara keseluruhan,” kata  Ahmad Fadhol Dikjaya yang baru saja menyelesaikan gelar sarjana S1 kepada Antara, Senin, ketika dimintai tanggapannya tentang peringatan Hari Pahlawan 10 November.
    Fadhol yang juga mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himikom) di Universitas Islam “45”, Bekasi, menyatakan Hari Pahlawan 10 November harus menjadi momentum bagi warga untuk kembali mengingat, mempelajari, atau bahkan meneruskan perjuangan para pahlawan dahulu.
    Pada 10 November 1945, ribuan pemuda Indonesia, khususnya di Surabaya, yang dipimpin tokoh pemuda Bung Tomo berjuang untuk mengusir penjajah Belanda.
    Karena itu, 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan sehingga hari besar itu harus dijadikan momentum bagi masyarakat untuk kembali membangun Indonesia yang utuh.
    Fadhol mengatakan Indonesia harus menjadi Negara yang mandiri tanpa intervensi dari bangsa mana pun atau kelompok lain.

       Namun dia menyayangkan dalam era globalisasi ini, pemuda tidak memandang penting peringatan Hari Pahlawan. Sementara itu Fadhol mendesak pemerintah untuk benar-benar memperhatikan nasib para keluarga pahlawan-pahlawan yang meninggal pada masa lalu dengan memberikan penghargaan antara lain dalam bentuk bantuan beasiswa ataupun bantuan moril.
    Harapan Fadhol yang lainnya adalah pemerintah dan semua rakyat sebagai bangsa Indonesia kembali mengingat makna perjuangan pada masa lalu itu dan kemudian melanjutkan perjuangan para pahlawan dahulu.
    Momentum perjuangan
    Sementara itu seorang guru menyatakan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 harus menjadi momentum penting untuk generasi saat ini mengenang jasa para pahlawan masa lalu sebagai modal dasar pembangunan masa yang mendatang.
    “Negara ini ada karena memang mereka yang telah berjuang untuk bangsa ini dengan pengorbanan tenaga serta nyawa. Hal itu wajib dipahami dengan benar oleh para generasi, terutama generasi muda. Karena ini masalahnya adalah bagaimana menanamkan nilai-nilai nasionalisme, nilai-nilai perjuangan dan nilai kebangsaan,” kata Triswanto yang merupakan guru Bahasa Indonesia di SMAN 4 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
    Triswanto menegaskan bahwa 10 November 1945 bisa menjadi motivasi penyemangat bagi bangsa Indonesia untuk generasi muda saat ini dan yang akan datang.
    Sekalipun 10 November 1945 sudah lama terjadi, peristiwa itu bisa dimanfaatkan oleh generasi muda untuk memperkokoh sikap mereka dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com