• Universitas Brawijaya Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar

    0

    Malang, jurnalsumatra.com – Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, kembali mengukuhkan dua guru besar, yakni Dr Teti Estiasih sebagai guru besar bidang Ilmu Kimia dan Teknologi Lipid serta Dr dr Loeki Enggar Fitri sebagai guru besar Ilmu Parasitologi Klinik.

        Keduanya dikukuhkan Rektor UB Prof Dr M Bisri di Gedung Widyaloka kampus setempat, Selasa, sebagai guru besar ke-145 dan ke-146 di kampus itu.
    Dalam pidato pengukuhannya, Dr Teti Estiasih mengambil judul “Pemanfaatan Hasil Samping Pengolahan Pangan sebagai Sumber Senyawa Bioaktif”. “Cairan dari hasil samping pengalengan ikan yang selama ini terabaikan bisa diolah menjadi bioaktif penting yang dibutuhkan oleh tubuh,” katanya.
    Bioaktif ini, lanjutnya, merupakan senyawa di dalam tubuh yang mempunyai efek fisiologis positif dan menguntungkan bagi kesehatan. Ia mencontohkan pada saat ikan tuna atau lemuru dikalengkan, akan keluar cairan yang bernama stick water. Stick water mengandung minyak terdiri dari senyawa bioaktif asam lemak omega tiga, EPA dan DHA.
    EPA atau Eicosapentaenoic acid, katanya, berperan dalam tubuh sebagai antikanker, antiperadangan, memperbaiki profil lipid dalam darah, meningkatkan sistem imun serta mencegah penyakit jantung atau rematik.
    DHA atau docosahexaenoic pada masa perkembangan otak anak-anak yang sedang tumbuh berperan penting dalam membentuk membran sel otak dan foto reseptor di retina yang berhubungan dengan kecerdasan dan peningkatan ketajaman retina.
    Menurut dia, ikan tuna tinggi DHA, lemuru tinggi EPA. “Jadi, saya fokus riset memanfaatkan minyak hasil samping sehingga bisa menjadi sumber asam lemak omega 3,” katanya.
    Lebih lanjut, Teti mengatakan pemisahan kedua senyawa bioaktif tersebut dilakukan dengan berbagai metode, seperti kristalisasi pelarut suhu rendah, pemadatan cepat, atau kristalisasi untuk mendapatkan konsentrat dan bisa dikembangkan sebagai fortikan atau suplemen pangan.
    Ia mengatakan susu mengandung DHA itu sebenarnya dari mikrokapsul minyak ikan. Mikrokapsul ini bisa dicampur ke dalam bahan makanan menjadi pangan fungsional. Ke depan arahnya adalah suplemen berbentuk kapsul lunak atau soft gel,” urainya.
    Selain ikan, Teti juga memanfaatkan hasil samping dari sawit. “Sawit banyak mengandung senyawa bioaktif berupa vitamin E terutama tokotrienol, fitosterol, dan skualen. Kandungan tokotrienol pada sawit mempunyai banyak manfaat antara lain sebagai antioksidan,” ujarnya.
    Sedangkan kandungan fitosterolnya, ujar Teti, berfungsi sebagai antikanker, antikolesterol dan meningkatkan produksi ASI. Untuk menghilangkan bau dari Crude Palm Oil (CPO) dilakukan proses deodorisasi atau penghilangan bau. Deodorisasi menghasilkan unsur samping distilat asam lemak minyak sawit yang masih banyak mengandung senyawa bioaktif yaitu vitamin E, fitosterol, dan skualen.
    Vitamin E sebenarnya ada dua jenis, yaitu tokoferol dan tokotrienol.  Tokotrienol kurang terkenal karena banyak terdapat di negera tropis. “Yang tinggi tokotrienol itu sawit dan bekatul. Tokotrienol mempunyai aktivitas antioksidan lebih tinggi dibanding tokoferol. Kandungan lain yang terdapat pada kelapa sawit adalah skualen yang berfungsi menurunkan kolesterol dan menahan oksigen dalam tubuh,” paparnya.
    Sementara Dr Loeki lebih banyak menjelaskan tentang peran dan fungsi seorang dokter bidang parasitologi klinik terutama dalam bidang penelitian.
    “Menjadi seorang dokter di bidang Parasitologi Klinik tidak hanya dituntut untuk bisa mengobati pasien, namun juga pengembangan penelitian dan pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com