• iklan 3


  • TNI Kirim 107 Prajurit Ke Lebanon

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Mabes TNI mengirim 107 prajurit tergabung dalam Satgas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-H/United Nations Interim Force In Lebanon, menggunakan kapal perang terbaru jenis Multi Role Light Frigate, yaitu KRI Bung Tomo-357.
    Keberangkatan prajurit ke Lebanon tersebut, dilepas langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melalui upacara militer di Dermaga Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.
    “Dalam pemberangkatan ini, para prajurit mempunyai tugas pokok, yaitu mengembangkan misi PBB dan melaksanakan Maritime Interdiction Operation (MIO) untuk membantu Angkatan Bersenjata Lebanon atau LAF dalam meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas penegakan kedaulatan,” kata Gatot.
    Pemberangkatan prajurit TNI Angkatan Laut itu, juga untuk mencegah masuknya senjata ilegal ke Lebanon.
    Dalam pemberangkatannya, KRI Bung Tomo-357 dengan komandan Kolonel (P) Yayan Sofiyan selaku Dansatgas MTF Kongan XXVIII-H/UNFIL TA 2015, merupakan KRI yang akan menggantikan KRI Sultan Iskandar Muda (KRI SIM-367) yang tengah beroperasi di perairan Lebanon hampir satu tahun lamanya.
    “Dengan tujuan untuk mengemban misi perdamaian dunia sesuai mandat Dewan Keamanan PBB Nomor 1071, yang akan bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lainnya yang tergabung dalam Gugus Tugas Maritim (Maritime Task Force) di perairan Lebanon ini, KRI Tomo-357 membawa 107 Prajurit,” katanya.
    Gatot memaparkan 107 personel itu merupakan prajurit pilihan melalui beberapa seleksi ketat.
    “Prajurit ini pilihan, mereka terdiri dari 88 prajurit awak kapal perang, pilot dan kru heli sebanyak tujuh orang, perwira kesehatan (dokter), kopaska, penyelam, perwira intelijen, dan perwira penerangan,” katanya.
    Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan para prajurit tersebut bertugas selama 10 bulan. Dua bulan pelayaran perjalanan pulang-pergi dan delapan bulan di area operasi,
    Asops Panglima TNI Mayjen TNI Fransen G Siahaan dalam inspeksi mendadak pada Rabu (26/8) mengatakan keberangkatan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-H/Unifil kali ini merupakan bagian dari kegiatan rotasi bagi Satgas MTF TNI yang telah melaksanakan tugas sebelumnya.
    Secara umum, pelaksanaan tugas dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon telah dapat dilaksanakan dengan baik.
    Oleh karena

    itu, Satgas Konga XXVIII-G/UNIFIL telah berhasil menuai apresiasi dari berbagai pihak, namun kompleksitas tantangan penugasan dalam upaya mewujudkan mandat misi MTF sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor: 1701 Tanggal 11 Agustus 2006, menuntut kesinambungan dan kerja sama yang baik dari seluruh komponen misi.
    “Saya mengharapkan agar Satgas MTF TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL harus dapat berperan aktif, profesional, dan berupaya untuk selalu berbuat yang terbaik,” katanya.
    Sebagai prajurit, kata dia, TNI harus dapat mencermati bahwa penugasan di daerah misi PBB menuntut pengamanan, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan yang tinggi.
    “Kita semua harus senantiasa melaksanakan evaluasi terhadap kondisi keamanan dan keselamatan dari para prajurit yang bertugas. Para unsur komandan dan perwira staf satgas berkewajiban untuk selalu melaksanakan pembaharuan informasi terhadap berbagai perkembangan situasi yang terjadi di daerah misi untuk selanjutnya disampaikan kepada seluruh prajurit,” katanya.
    Fransen juga mengingatkan bahwa seluruh perlengkapan material yang diberikan merupakan barang inventaris negara yang harus dipertanggungjawabkan.
    Oleh karena

    itu, dalam penggunaan setiap peralatan agar mematuhi prosedur.
    Pemeliharaan, katanya, merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan dengan harapan resiko kerusakan dapat ditekan sekecil mungkin, terlebih sebagai Satgas MTF TNI tentunya akan mempertanggungjawabkan material yang merupakan alutsista besar, berupa KRI (Kapal Republik Indonesia).
    Ia mengimbau seluruh personel satgas memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga tugas satuan dapat dilaksanakan dengan optimal.
    Selama proses pergeseran pasukan dari Indonesia sampai daerah operasi agar setiap personel selalu menjaga kondisi kesehatan, tetap prima, serta memelihara peralatan agar selalu dalam kondisi siap operasional.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com