• iklan 3


  • Tarif Kios Pasar Pedagang Menjerit

    0

    salah-satu-pasar-tradisional-sepi-di-tinggal-para-pedagangPalembang, jurnalsumatra.com – Sejumlah pedagang pasar tradisional Kota Palembang merasa gelisah dengan kenaikan tarif kios yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya.

    Karena kondisi tersebut, sejumlah perwakilan pedagang pasar tradisional, mendatangi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, mengajukan penolakan dengan kenaikan tarif kios maupun lapak yang ada di seluruh pasar tradisional.

    “Penolakan kami atas kenaikan tarif kios yang dilakukan PD Pasar dikarenakan kenaikan tersebut tidak melalui peninjauan dengan kemampuan dari para pedagang” terang Mochtar Hamid mewakili Pedangan dari Tangga Buntung. Senin (14/11)

    “Sebagai pedagang yang berada di pasar Tangga Buntung, kami merasa resah, dengan kenaikan sampai 10 kali lipat” ucapnya lagi.

    Dikatakan, kenaikan tarip yang cukup tinggi dilakukan, tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini yang sedang sulit dan kami merasa keberatan atas kenaikan tariff kios tersebut, yang menurutnya kurang manusiawi jika dilihat dari besaran kenaikan sampai Rp 65 ribu permeternya.

    Lebih lanjut dikatakan pria yang kesehariannya sebagai berdagang sembako di Pasar Tangga Buntung ini, kalau sesuai dengan yang tertera dalam kwitansi tarif lama untuk pasar Tangga Buntung Kelas C sewa kios dengan ukutan 2 x 2 meter persegi dengan besaran Rp. 7.500 per meternya, sedang untuk tarif baru sebesar Rp. 65.000,- per meternya, dengan kenaikan sampai 10 kali lipat.

    Ia mengaku, kalau dirinya sangat mendukung program Palembang Elok Madani Aman dan Sejaktera (EMAS) yang dicanangkan Walikota, termasuk mendukung perbaikan Pasar Tradisional menjadi Pasar Modern, untuk meningkatkan daya saing dengan retail Modern seperti pusat pebelanjaan di Mall namun penolakan terhadap kenaikan tarif ini, dikarenakan sangat tinggi, diluar dari hasil yang bisa didapat para pedagang.

    “Jika saja kenaikannya hanya Rp. 15 ribu per meter, kami rasa tidak menjadikan masalah bagi kami, sementara ini sampai Rp. 65 ribu, itu tidaklah wajar” selorohnya.

    Hal serupa menjadi keluhan Andi salah satu pedagang yang merasa, dengan adanya kenaikan tarif kios ini, merasa takut tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya, apa lagi, saat ini PD Pasar tidak menerapkan pembayaran tarif pertahun lagi. Yang menurutnya pembayaran tidak lagi system per bulan begitupun harga sewa per lapaknya yang sekarang dihitung per meter dengan besar harga pertahunnya Rp. 5 juta, dirasakannya cukup berat.

    Usai pertemuan dengan perwakilan dari Pemkot, kekecewaan pun diungkapkan Agusti salah satu koordinator Pasar Sekip Ujung yang menurutnya, para pedagang masih menginginkan besaran retribusi masih mengacu pada aturan lama, tapi PD Pasar Palembang Jaya menetapkan harga selangit.

    “Dari hasil pertemuan belum ada kesepakatan mengenai harga sewa, pedagang meminta harga tarif sewa kios di pasar jangan berubah, aturan baru dari PD Pasar bukanlah kenaikan harga sewa, tapi perubahan harga secara total, inilah yang menjadi penolakan dari para pedagang yang sebelumnya sewa kios/bervariasi dari Rp 175 ribu – Rp 800.000/tahun. Tapi sejak ada aturan baru itu berubah menjadi Rp 3,7 juta/thn, ini terlamu mencekik,” bebernya.

    Menurutnya, perubahan harga sewa lapak yang ditetapkan oleh PD Pasar dengan menghilangkan retribusi harian dan tahunan, tetap belum bisa diterima para pedagang, dikarenakan kalau dikakulasikan harga sewa lapak tersebut tetap mengalami kenaikan yang sangat pantastik.

    Dikatakan Juni Haslani selaku Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdangangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang yang menerima langsung para pedagang usai melakukan aksinya “Kami dari Disperindagkop akan menyampaikan tuntutan para pedagang ke PD Pasar” ungkapnya singkat. (eddi)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com