• Tak Bayar Sewa, 1200 Kios Akan Disegel 

    0

    mun_2278PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Kisruh pasar 16 Ilir terus berlanjut, kali ini PD Pasar Jaya Palembang mengancam akan menutup sekitar 1200 unit kios pedagang di Pasar 16 Ilir Palembang. Jika para pedagang tidak membayar sewa kios kepada PD Pasar.

    Karena terhitung sejak 1 Januari 2016 lalu, pengelolaan pasar berlantai lima itu diambil alih oleh PD Pasar Palembang Jaya, sehingga semua pembayaran sewa dan pengelolaan pasar tradisional itu diambil alih dari pihak ketiga, dan hak guna bangun (HGB) pedagang sudah habis sehingga para pedagang harus membayar biaya sewa kepada pemerintah bukan kepada pemilik kios.

    Direktur Operasional PD Pasar Palembang Jaya, Febrianto mengatakan, pada awalnya pengelolaan pasar tersebut menjadi tanggung jawab dari PT

    Prabu Makmur sehingga uang masuk atau uang sewa berlari ke perusahaan tersebut sebagai pihak ketiga. Namun dalam perjanjian, hak guna bangunan (HGB) atas pengelolaan pasar tersebut sudah habis, sehingga pengelolaanya per awal 2016 sudah beralih ke PD Pasar Palembang Jaya.

    “Seharusnya per awal Januari, semua pemasukan biaya sewa dikelola PD Pasar Palembang Jaya, namun pedagang masih tetap kekeuh mengira masih dikelola oleh pihak yang lama. Juga masih banyak pedagang enggan membayar sewa karena mengaku memiliki sertifikat HGB yang sah,”kata Ferbianto, kemarin saat mendatangi pasar 16 Ilir Palembang, Rabu(2/12).

    Dilanjutkan Febrianto, Sejak awal tahun, pihaknya selalu melakukan sosialisasi, duduk bersama dan rapat antara pemerintah kota, pedagang dan pihak ketiga yang lama. Bahkan lebih dari sepuluh kali pertemuan digelar hanya saja belum memberikan hasil yang disepakati.

    Berdasarkan Perwali yang ada, maka pihaknya sebagai pengelola PD Pasar Pasar Palembang Jaya memiliki hak untuk pengambilan biaya sewa yang akhirnya bakal dimasukkan kedalam kas daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD).

    “Sepanjang 2016, harusnya PAD dari biaya sewa 1.200 unit kios pedagang mencapai sekitar Rp20-30 miliar. Sayangnya inilah potensi kita yang hilang. Karena banyaknya pedagang enggan membayar ke kita,”urainya.

    Menurutnya dispensasi waktu yang diberikan sudah cukup panjang. “Jika hingga akhir tahun, tak kunjung pedagang membayar biaya sewa seperti yang dipatok sesuai zona-nya, maka kami akan segel kiosnya itu,” jelasnya.

    Untuk itu sosialisasi setiap pekan selalu dilaksanakan agar para pedagang memahami adanya peraturan tersebut. Diakui Febri, hingga kini sudah ada sekitar 500 pedagang yang membayar sewa.

    “Sisanya masih ditunggu hingga akhir tahun ini. Yang jelas HGB ini atas nama PD Pasar Palembang Jaya, jadi semua pedagang disini harus ikuti ketentuan ini. Uang sewa yang mereka bayarkan itu adalah untuk kepentingan PAD Kota Palembang,” ucapnya.

    Pengurus penghimpunan pemilik dan penghuni satuan rumah susun pasar 16, Mahyudin mengatakan, ia menduga pemilik dan penyewa diadu domba sehingga, penyewa tidak mau membayar uang sewa lagi kepada pemilik HGB, oleh karena itu harus ada kejelasan terhadap persoalan ini.”kami minta HGB akan diperpanjang lagi oleh pemerintah,”ujarnya.

    Dikatakan Mahyudin, ia meminta kepada pemerintah harus mengeluarkan keputusan berupa keputusan Walikota Palembang bahwa pemerintah tidak memperpanjang HGB jangan digantung seperti tidak ada kejelasan.” kalaupun PD Pasar menyegal apa dasar hukumnya, karena status HGB masih milik pedagang,”jelasnya.

    Dalam upaya itu, pihaknya telah menyusun tim terpadu yakni terdiri dari unsure kepolisian, polpp, tni, dan pemkot. Sementara itu, Kapolsek IT I Palembang, AKP Rivanda mengatakan, pihaknya bakal menerjunkan tim untuk membantu pengamanan jika nantinya penyegelan kios pasar dilakukan.

    Pengamanan itu dilakukan agar dapat memproteksi dan mengantisipasi jika ada kerusuhan di pasar tradisional tersebut. “Sejauh ini, sudah banyak masyarakat khususnya pedagang yang resah dengan kepemilikan dan pengelolaan pasar tradisional ini. Karena itu kami sudah sampaikan ini kepada pemkot Palembang,”tukasnya. (eka)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com