• Serapan Pendapatan Dispenda Palembang 455 Miliar

    0
    Bulan Depan Plh Lurah Akan Definitif

    Bulan Depan Plh Lurah Akan Definitif

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang mengklaim optimis seluruh target pajak dan retribusi dapat terealisasi hingga 100 persen. Hal tersebut terlihat dari penerimaan dari tujuh jenis pajak yang mencapai 100 persen. Hingga triwulan ketiga penerimaan Dispenda sudah mencapai Rp 455,4 miliar dari Rp 491 yang ditargetkan.

    “Kita yakin pencapaian target pajak kita diatas 100 persen. Hal itu dapat dilihat dari tujuh jenis pajak kita sudah mencapai 100 persen pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Induk tahun ini,”kata Kepala Dispenda palembang, Shinta Raharja, kemarin (1/11).

    Dilanjutkan Shinta, meski saat ini ekonomi sedang lesu, namun bukan berarti upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palembang juga menurun. Hal itu dapat dilihat dari upaya yang dilakukan, dimana terlihat dari PAD yang didapat sampai Oktober cukup signifikan. Dari target Rp 491,8 miliar, saat ini sudah terealisasi Rp 455,4 miliar atau 92,59%.

     “Dari 11 jenis pajak, tujuh jenis pajak sudah melebihi target pencapaian. Jika tahun ini target pajak melebihi angka Rp 491 miliar, maka tahun depan kita targetkan realisasi pajak dan retribusi bisa diangka Rp 600 miliar,”jelasnya.

    Shinta menerangkan, saat ini realisasi pajak yang sudah melebihi angka 100% berasal dari, pertama pajak restoran yang mencapai 104,77 persen  atau Rp 58,3 miliar dari target Rp 55,6 miliar.

    Kedua berasal dari pajak hiburan yang sudah mencapai 113,23% atau Rp 13,9 miliar dari target Rp 12,3 miliar, ketiga pajak penerangan non PLN yang mencapai 134,76 persen  atau Rp 4,8 miliar dari target Rp 3,6 miliar.

    Setelah itu, ada sektor pajak air tanah yang mencapai 164,76% atau Rp 18 juta, terus ada pajak Sarang Burung Walet yang mencapai realisasi 107,46% atau Rp 60,7 juta, kemudian pajak mineral bukan logam dan batuan yang mencapai 122,34% atau Rp 401,4 juta dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai 105,33% atau Rp 113,4 miliar.

    “Kita masih punya waktu tiga bulan lagi, untuk mengejar kekurangan target sekitar Rp 74 miliar. Itu kenapa kami optimis bisa tercapai, bahkan melebihi angka persentase diatas 100 persen,” ungkapnya.

    Shinta menerangkan, untuk target PAD terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Seperti tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu, dimana jika pada tahun lalu hanya 478 miliar, tahun ini Rp 491,8 miliar.Bahkan, untuk tahun ini saja, ada dua kali kenaikan, seperti pada APBD Induk, targetnya Rp 491,8 miliar, pada APBD Perubahan lalu, target PAD naik lagi menjadi Rp 526 miliar.

    “Melihat pencapaian, untuk tahun ini kami harus mengejar Rp 109 miliar lagi dalam tiga bulan kedepan. Bahkan, pada tahun 2017 mendatang, target PAD akan kembali ditingkatkan, dari Rp 526,8 miliar tahun ini menjadi Rp 602 miliar,”urainya.

     Shinta menuturkan, saat ini pihaknya fokus menggenjot beberapa sektor pajak yang dinilainya memang cukup lambat. Seperti pajak Reklame dan BPHTB yang masih diangka 90 persen. Karena kedua pajak tersebut memiliki potensi yang cukup tinggi.

    “Untuk Reklame dan BPHTB sudah mencapai target minimal pencapaian target pajak dan retribusi. Namun, jika melihat potensi yang cukup tinggi untuk menopang pendapatan asli daerah kota Palembang,”ucapnya.

    Kedepan, pihaknya akan terus menggenjot beberapa sektor pajak yang memiliki potensi, seperti PBB yang terus dinaikkan target dari tahun ke tahun.Dimana dari target Rp 107 miliar, sudah tercapai Rp 110 miliar. Untuk itu, pada APBD Perubahan, targetnya kembali dinaikkan lagi menjadi Rp 116 miliar.

    “Untuk PBB kita yakin bisa menyentuh angka 110%. Karena sampai sekarang saja target sudah tercapai Rp 111,4 miliar,”urainya.

    Melalui sosialisasi ke masyarakat, untuk taat membayar pajak, kedepan target pajak Kota Palembang terus ditingkatkan. Hal ini seirig dengan pertumbuhan pembangunan dan terua digalinya potensi pajak baru yang dapat memberikan sumbangsih bagi PAD Kota Palembang.

    “Dari pajak inilah kita bisa membangun Palembang. Itulah kenapa kami lihat banyak potenai untuk meningkatkan pajak. Seperti yang akan dilakukan tahun depan, dimana kami akan menggandeng toko usaha modern, sebagai tempat pembayaran PBB dibawah Rp 5 juta, seperti Indomaret dan Alfamrt,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com