• Sejumlah KA Terlambat Akibat Kerusakan VDU

    0

        Purwokerto, jurnalsumatra.com – Sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan akibat kerusakan “visual display unit (VDU)” di Stasiun Karawang dan Stasiun Klari, Jawa Barat, kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko.
    “Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pusat Pengendali PT KAI Daop 1 Jakarta, kerusakan VDU di Stasiun Karawang dan Stasiun Klari terjadi karena tersambar petir,” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin.
    Akibat kejadian tersebut, kata dia, sistem persinyalan menjadi terganggu sehingga perjalanan sejumlah KA dari dan menuju Jakarta mengalami keterlambatan karena dilayani secara manual.
    Ia mengatakan hingga saat ini (sekitar pukul 08.00 WIB, red.) upaya perbaikan terhadap VDU masih dilakukan sambil nunggu peralatan pengganti dari Bandung.
    “Atas keterlambatan perjalanan KA dan kekurangnyamanan dalam pelayanan, kami atas nama PT KAI (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang,” katanya.
    Lebih lanjut, Ixfan mengatakan akibat keterlambatan yang mencapai lebih dari tiga jam tersebut, PT KAI (Persero) telah memberikan “service recovery” sesuai kelas KA berupa kudapan dan minuman kepada seluruh penumpang di atas kereta (dalam perjalanan, red.) maupun yang masih menunggu di stasiun.
    Menurut dia, pembagian kudapan dan minuman tersebut juga dilakukan oleh PT KAI Daop 5 Purwokerto kepada calon penumpang KA Senja Utama Solo tujuan Solo Balapan yang menunggu di Stasiun Purwokerto maupun KA lainnya yang mengalami keterlambatan.
    Ia mengatakan KA Senja Utama Solo yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 22.00 WIB seharusnya sampai di Stasiun Purwokerto pada pukul 03.08 WIB dan diberangkatkan kembali pada pukul 03.20 WIB.

        “Oleh karena adanya keterlambatan itu, KA Senja Utama Solo baru sampai di Stasiun Purwokerto sekitar pukul 07.45 WIB, sehingga kami memberikan ‘service recovery’ kepada calon penumpang yang telah lama menunggu di Stasiun Purwokerto. Jika keterlambatannya lebih dari lima jam, ‘service recovery’ yang kami berikan berupa makanan berat (nasi, red.),” katanya.
    Ixfan mengatakan berdasarkan pantauan di Stasiun Purwokerto hingga pukul 08.00 WIB, kondisi masih tergolong aman, lancar, dan terkendali.
    Menurut dia, tindakan yang diambil PT KAI dengan adanya keterlambatan itu berupa memberikan kesempatan kepada calon penumpang untuk membatalkan tiket dan uangnya dikembalikan 100 persen.
    Selain itu, kata dia, calon penumpang diberikan solusi untuk menumpang KA yang akan lewat pada kesempatan pertama.
    Dalam kesempatan terpisah, salah seorang penumpang KA Purwojaya relasi Gambir-Purwokerto-Cilacap, Ginanjar mengaku kecewa atas keterlambatan kereta api yang ditumpanginya karena mengganggu aktivitas terutama pada awal pekan seperti sekarang.
    “KA Purwojaya seharusnya berangkat dari Stasiun Gambir pada pukul 22.15 WIB dan tiba di Stasiun Purwokerto pukul 03.25 WIB. Akibat keterlambatan itu, KA Purwojaya baru berangkat sekitar pukul 02.00 WIB dan sampai saat ini (sekitar pukul 08.05 WIB, red.) saya baru sampai di antara Cikampek dan Cirebon,” kata pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Purwokerto itu kepada Antara melalui saluran telepon.
    Ia mengatakan PT KAI seharusnya memberikan informasi melalui layanan pesan singkat jika akan terjadi keterlambatan yang cukup lama sehingga calon penumpang bisa mengantisipasinya.
    Menurut dia, kerusakan DVU yang mengakibatkan sistem persinyalan menjadi terganggu sehingga dilakukan secara manual kemungkinan hanya kejadian tambahan karena saat menumpang KA Krakatau dari Purwokerto menuju Jakarta pada hari Jumat (11/11) pun terjadi keterlambatan sekitar dua jam.
    “Tadi saya sempat lihat sebelum Stasiun Klari, ada petugas nyetel wesel secara manual,” katanya.
    Menurut dia, PT KAI perlu lebih memperhatikan perawatan jalur agar tidak sampai mengganggu lalu lintas kereta api.
    “Kalau bisa gangguan sinyal bisa lebih diatasi dengan cepat menggunakan teknologi canggih ‘realtime monitoring’. Jadi, walaupun wesel digerakkan manual, komando tetap cepat karena ‘realtime’,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com