• Rumah Tangga Miskin Kepri Meningkat 

    0

    Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Jumlah masyarakat miskin di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2013 sebanyak 6,35 persen, sedangkan tahun 2014 mencapai 6,7 persen atau meningkat 0,35 persen.
    Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana di Tanjungpinang, Senin, mengatakan pemerintah sejak tahun 2011 telah melaksanakan program pengentasan kemiskinan, seperti memperbaiki rumah tidak layak huni.
    “Jumlah penduduk di wilayah ini sekitar 1,8 juta jiwa. Kami sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan,” katanya.
    Agung mengatakan tingkat kemiskinan di Kepri turun bila dihitung dalam lima tahun terakhir yakni 2009-2014. Tahun 2009 jumlah rumah tangga miskin mencapai 7,98 persen, sedangkan tahun 2014 sebanyak 6,70 persen.
    “Dalam kurun waktu tersebut, tingkat kemiskinan di Kepri turun 1,28 persen. Namun jika dilihat pada kondisi 2014 meningkat bila dibandingkan tahun 2013 yang hanya 6,35 persen,” ujarnya.
    Dia menjelaskan dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan, Pemerintah Kepri bersama kabupaten dan kota pada tahun 2011-2015 telah menganggarkan Rp430 miliar untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni.
    Dari 37.000 unit rumah milik masyarakat miskin telah dilakukan perbaikan rumah sebanyak 22.039 rumah.
    “Sisanya masih 14.961 unit rumah akan diperbaiki. Program ini akan dilaksanakan tahun mendatang,” katanya.
    Menurut dia, Pemerintah Kepri mengalokasikan anggaran sebesar Rp865,7 miliar untuk seluruh program pengentasan kemiskinan. Sedangkan dana “sharing” dari kabupaten dan kota mencapai Rp442,4 miliar.
    Program tersebut meliputi program hak-hak pemenuhan hak dasar pendudukan miskin, program RTLH, dan program pembinaan unit usaha penduduk miskin.
    “Total untuk pelaksanaan program pengentasan kemiskinan mencapai Rp1,3 triliun mulai 2011-2015,” ucapnya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com