• Penyakit Jantung Di Lebak Meningkat

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Penyakit jantung di Kabupaten Lebak, Banten, meningkat akibat gaya hidup tidak sehat diantaranya perokok dan minuman alkohol.
    “Kami minta masyarakat membudayakan pola hidup sehat agar terhindari dari serangan penyakit tidak menular itu,” kata Kepala  Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Firman Rahmatullah di Lebak, Rabu.
    Saat ini, penyakit jantung menimpa kepada siapa pun, termasuk strata masyarakat ekonomi bawah.
    Kalau dulu orang mengidap penyakit jantung itu orang kaya secara ekonomi.
    Namun, saat ini petani, buruh bangunan dan pedagang kaki lima juga terserang jantung.
    Berdasarkan laporan pengunjung pasien gagal jantung di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Kabupaten Lebak, pada 2015 ada 3.393 orang (2,07 persen) atau nomor keempat dari 10 jenis penyakit.
    Sebagian besar penderita jantung itu berbagai profesi  mulai pejabat, wartawan, pegawai swasta,pedagang,pengusaha  hingga masyarakat ekonomi bawah.
    “Kami terus mengendalikan penyakit menular itu dengan pola hidup sehat itu,” katanya.
    Menurut Firman, penyakit jantung tentu menjadikan beban ekonomi bagi anggota keluarga.
    Pengobatan terapi jantung dilakukan seumur hidup guna meningkatkan kualitas hidup juga memperpanjang usia harapan.      Karena itu, Dinas Kesehatan mengoptimalkan pelayanan kesehatan dasar dengan membentuk Pos Pembinaan Terpadu (Pospindu) di 42 Puskesmas.
    Pospindu itu untuk mendeteksi penyebaran penyakit tidak menular (PTM).

         “Kami berharap masyarakat dapat mendatangi Pospindu guna mengetahui kasus penyebaran PTM, seperti jantung, diabates, dan darah tinggi,” ujar dia.
    Ia mengatakan, saat ini penderita jantung di Kabupaten Lebak menonjol dan masuk 10 besar jenis penyakit.
    Penyebaran penyakit jantung tersebut akibat dampak pembangunan sehingga bisa mengubah pola hidup tidak sehat, seperti petani pergi ke sawah atau ladang sudah menggunakan sepeda motor juga mudahnya mendapatkan rokok di warung-warung.
    Pemicu tingginya penyakit jantung akibat kebiasaan merokok, mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak juga goreng-gorengan yang minyaknya sudah menghitam pekat.
    Selain itu juga makanan siap saji dan instan yang terkontaminasi bahan pengawet juga minuman keras.
    Kebiasaan pola hidup tidak sehat itu hingga menyebabkan orang terserang penyakit jantung.
    “Kami minta masyarakat dapat mengubah pola hidup sehat agar terhindari dari penyakit yang membahayakan, diantaranya itu jantung dan darah tinggi serta diabetes,” kata dia.
    Untuk menghindari penyakit jantung, kata dia, antara lain cukup tidur, rajin berolah raga, makanan sayur, mengkonsumsi buah-buahan dan perbanyak minum air putih.
    Selama ini, penyakit jantung tidak bisa diabaikan begitu saja, karena di Indonesia sangat mematikan nomor kedua setelah stroke.
    Sebab, serangan jantung terkadang tidak selalu menunjukkan tanda-tanda atau gejala yang intens atau jelas.
    “Kami minta warga yang terkena jantung agar mengoptimalkan pengobatan dan kontrol agar terhindari dari serangan jantung secara tiba-tiba,” kata dia.
    Budiman (50) pasien warga Anggsana Desa Cikatapis Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak mengaku sudah lima bulan terakhir menderita jantung dan setiap pekan rutin berobat ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.
    “Kami beruntung bisa berobat gratis melalui BPJS warga miskin yang ditanggung oleh pemerintah daerah,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com