• Penjabat Wali Kota Ancam Mutasi PNS Berpolitik

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com- Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengancam akan memberikan sanksi mutasi kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang terbukti ikut berpolitik praktis dalam pemilihan kepala daerah.
    “Karena itu, PNS harus tetap netral, sebab birokrasi bukan milik perorangan melainkan milik pemerintah,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.
    Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi diputuskannya Kota Mataram akan mengikuti pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2015.
    Untuk membuktikan komitmennya itu, penjabat wali kota meminta kepada siapa saja untuk mengawasi PNS, dan melaporkannya beserta foto dan bukti-bukti lainnya.
    “Kita siap melakukan berita acara pemeriksaan (BAP), jika terbukti PNS itu tidak netral, sanksinya bisa mutasi,” sebutnya.
    Mantan Kepala Dinas Pendapatan (Dipenda) Provinsi NTB ini mengatakan, tugas PNS adalah mengabdi untuk rakyat. Jika ingin berpolitik, sebaiknya keluar dari PNS.
    “Jadi jangan coba-coba bermain di dua kaki, sebab kita tetap ada asesmen dan evaluasi,” katanya.
    Akan tetapi, lanjutnya, misalnya jika lurah tidak bisa diajak kerja sama dan tetap berpolitik, pemerintah kota juga akan tegas.
    “Jangan hanya tuntut saya yang netral untuk tidak berpolitik, tetapi di belakang mereka berpolitik,” katanya.
    Dikatakannya, selama ini ia belum melakukan mutasi karena penjabat wali kota masih melihat kinerja, kemampuan dan kerja sama pejabat di Kota Mataram.
    Itu dimaksudkan, kata dia, agar penempatan pejabat tidak berdasarkan “like dan dislike”.
    “Mutasi tidak sembarangan kita lakukan tetapi jika pejabat itu sudah tidak bisa bekerja sama ‘ngapain’ kita pertahankan. Apalagi jika masih ada PNS yang memiliki kinerja lebih baik sehingga tidak merasa terzalimi,” katanya.
    Ia mengatakan, sebagai penjabat wali kota yang dipercayakan mengemban amanah oleh Gubernur NTB selama satu tahun, dia harus menunjukkan kinerja yang maksimal. “Saya tidak mau makan gaji buta,” katanya.
    Oleh karena

    itu, tugas prioritas yang harus dilaksanakan selain menjalankan tugas pemerintah, adalah membuat konsep Kota Mataram menjadi bersih.
    “Dengan demikian, kepala daerah definif nantinya tinggal melanjutkannya,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com