• iklan 3


  • PEMKAB Intan Jaya Ingin PILKADA Tanpa Kekerasan      

    0

    Intan Jaya, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya, Provinsi Papua, menginginkan proses pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2017 terlaksana tanpa adanya tindak kekerasan.
    “Saya sudah berbicara ke Pak Dandim, saya mau Pilkada di Intan Jaya tidak boleh lagi ada satu tetes pun darah, dan Kapolres pun sudah setuju,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Intan Jaya FX. Mote, di Intan Jaya, Jumat.
    Ia menyebut masyarakat Intan Jaya sebagai “Migani”, nama yang tuhan beri kepada orang-orang yang mendiami negeri tersebut, mengajak semua masyarakat untuk lebih fokus membangun daripada terlibat langsung dalam urusan politik.
    “Jadikanlah ‘Migani’ motifasi untuk membangun negeri ini, maka mulai saat ini mari kita mulai dengan lembaran yang lebih mulia. Apa gunanya pembangunan fisik tapi manusianya tidak dibangun, yang paling penting adalah manusianya,” kata dia.
    Mote mempersilahkan masyarakat untuk berpolitik sebagai sebuah hak yang melekat pada setiap warga negara Indonesia, hanya ia menginginkan agar proses pilkada dilakukan dengan santun, beretika sesuai dengan aturan yang berlaku.
    “Ikut Pilkada silahkan, tapi jangan angkat panah atau senjata dan menembakan ke orang. Tuhan utus untuk tidak saling membenci, mengasihi yang ada, itu baru yang namanya manusia Migani, tidak boleh lagi ada perang,” ujarnya lagi.
    Ditambahkannya, Pilkada Intan jaya tidak boleh diwarnai dengan isu-isu Suku Agama dan ras (Sara), seperti yang terjadi di daerah lain yang juga menggelar Pilkada serentak 2017.
    “Ada empat kandidat, mereka semua adalah orang-orang terbaik negeri ini, tidak boleh ada pembedaan agama, suku, tidak boleh karena negeri ini tidak mengajarkan demikian,” kata Mote.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com