• iklan 3


  • Paslon Bupati Minta KIP Tidak Molor

    0

         Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Pasangan Calon (Paslon) Bupati Aceh Barat, Provinsi Aceh meminta Komisi Independen Pemilihan (KIP) untuk tidak mengulur waktu mempersiapkan atribut kampanye peserta Pilkada serentak 2017.
    “Saya kira ini berakibat kepada sosialisasi program dan sosialisasi pengenalan paslon kepada masyarakat, seharusnya pada tangal 28 Oktober 2016 hari kampanye dimulai, saat itulah sudah siap dan dibagikan secara simbolis kepada paslon,” kata Calon Bupati Aceh Barat jalur perseorangan (independen) Fuad Hadi, di Meulaboh, Jumat.
    Fuad Hadi menyampaikan, dari awal dirinya telah menginggatkan kepada pihak penyelenggara untuk benar-benar harus mempersiapkan lebih awal terhadap atribut kampanye pasca penetapan paslon peserta pilkada serentak di Aceh Barat.
    Beredar informasi belum disediakannya alat peraga kampanye karena masih dalam proses dikerjakan/dibuat oleh pemenang tender, kemudian lokasi penempatan atribut kandidat juga masih dalam proses pembahasan dengan semua unsur terkait.
    “Kami sangat menyayangkan, hingga hari ini alat peraga kampanye paslon yang memang secara aturan disiapkan oleh KIP, itu belum dilakukan. Bahkan saya mendengar ini bisa selesai dua minggu kedepan,” tegasnya.

         Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Aceh Barat digelar serentak pada 15 Februari 2017, bersamaan dengan pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota serta Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi Aceh priode 2017-2022.
    Fuad Hadi meminta pihak pengawas yakni Panwaslih Aceh Barat untuk mulai bergerak melihat bertaburannya atribut kampanye paslon kandidat yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya, sebab penempatan alat peraga kampanye ditentukan pihak KIP sejak dimulainya tahapan kampanye.
    Dia juga mengomentari adanya potensi politing uang (monay politic) pada pesta demokrasi 15 Februari 2017, dirinya menyarankan adanya pembentukan sebuah lembaga operasi tangkap tangan dalam konteks pilkada di daerah tersebut.
    Menurut dia, politik uang merupakan pembunuhan demokrasi yang cukup luar biasa ketika suara rakyat dibeli, demokrasi yang seperti demikian tidak akan menghasilkan pemimpin yang baik untuk lima tahun kedepan.
    “Dalam waktu dekat kita akan temui Panwas dan Polisi menyangkut satgas penegakan humum terpadu dalam konteks Pilkda. Ini tidak akan menghasilkan pemimpin yang baik kedepan, bila kandidiat merasa sudah membeli suara rakyat,” katanya menambahkan.
    Pilkada serentak 2017 di Kabupaten Aceh Barat diikuti tiga paslon, nomor urut 1 paslon HT Alaidinsyah-Kamaruddin (usungan parpol), paslon nomor urut 2 Ramli, Ms-Banta Puteh Syam (usungan parpol) dan paslon nomor urut 3 Fuad Hadi-Muhammad Arief (independen).(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com