• Mantan Bupati Tanah Laut Terima RP2 Miliar

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Mantan Bupati Tanah Laut Adriansyah didakwa menerima suap senilai Rp1 miliar ditambah 50 ribu dolar AS dan 50 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp2,05 miliar dari pemegang saham PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat di kabupaten tersebut pada periode 2012-2015.
    “Uang yang diterima terdakwa Adriansyah dari Andrew Hidayat berkaitan dengan bantuan yang telah diberikan terdakwa Adriansyah kepada Andrew Hidayat berupa mempermudah pengurusan izin-izin perusahaan yang dikelola oleh Andrew Hidayt di kabupaten Tanah Laut ketika terdakwa Adriansyah menjabat selaku Bupati Tanah Laut periode 2008-2013,” kata jaksa penuntut umum Trimulyono Hendradi di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.
    Penerimaan tersebut awalnya ketika Andrew diberi kepercayaan oleh Jason Surjana Tanuwijaya sebagai pemegang kendali PT Indonesia Cemerlang (PT IAC) dan Budi Santoso Simin (pemegang saham PT MMS) bersama Suparta menemui Adriansyah selaku bupati Tahan Laut di rumah dinas dengan maksud melakukan jual beli batubara dengan PT IAC dan PT Dutadharma Utama (PT DDU) yang memiliki izin usaha pertambangan batubara di kabupaten Tanah Laut.
    “Pada kesempatan itu Andrew Hidayat juga menyampaikan permintaan kepada terdakwa agar dapat membantu Andrew guna memperlancar pelaksanaan kegiatan usahanya yaitu jual beli batubara milik PT IAC dan PT DDU dan yang pertama-tama adalah menyelesaikan permasalahan Andrew Hidayat dengan dengan H Rahim (Kepala Desa Sungai Cuka) berupa tidak dapat dilaluinya jalan yang seharusnya dipergunakan mengangkut batu bara yang mengakibatkan perusahaan Andrew tidak bisa berproduksi,” ungkap jaksa Trimulyono.
    Permintaan Andrew Hidayat kemudian ditindaklanjuti oleh Adriansyah dengan memanggil H Rahim dan menyampaikan agar permasalahannya dengan Adnrew diselesaikan secara musyawarah.
    Atas bantuan Adriansyah, pada sekitar 2013 permasalahan antara Andrew dan H Rahim dapat diselesaikan.
    Saat Adriansyah tidak lagi menjabat sebagai bupati Tanah Laut karena sudah menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR dari fraksi PDI-Perjuangan, Andrew tetap meminta bantuan kepada Adriasnyah karena Andrew Hidayat menyadari Adriansyah masih punya pengaruh atas pelaksanaan pemerintahan di kabupaten Tanah Laut sehingga membantu untuk meperlancar kegiatan jual beli batubara milik PT IAC dan PT DDU.
    Bantuan yang diberikan setelah tidak lagi menjadi Bupati Tanah Laut antara lain:
    Pada 19 Agustus 2014 terdakwa Adriansyah menghubungi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tanah Laut M Hanil kemudian meneruskan pesan singkat Andrew Hidayat kepada Bupati Tanah Laut saat itu Bambang Alamsyah (yang juga anak Adriansyah) dengan tujuan rencana kegiatan dan anggaran biaya (RKAB) Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) PT IACC dan PT DDU segera diterbitkan.
    Persetujuan RKAB itu diperlukan Andrew dalam mengurus Surat Eksportir Terdaftar (ET) PT IAC dan PT DDU sehingga kedua perusahaan itu nantinya dapat melakukan ekspor batu bara.
    “Persetujuan RKAB IUP OP PT IAC dan PT DDU kemudian diterbitkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi kabupaten Tanah Laut dengan mencantumkan tanggal mundur yaitu 15 Februari 2015,” ungkap jaksa.
    Atas bantuan pengurusan izin-izin tersebut, Adriansyah menerima uang dari Andrew yang terakhir adalah pada 9 April 2015 setelah Adriansyah sudah meminta seminggu sebelumnya.
    Proses penyerahan uang dimulai pada Rabu, 8 April 2015 dengan Andrew meminta ajudannya anggota Polsek Menteng Brigadir Agung Krisdiyanto untuk mengambil uang dari bagian keuangan PT MMS dan disepakati penyerahan uang dilakukan pada 9 April 2015 di Sanur Hotel Swiss Belhotel, Bali karena Adriansyah saat itu berada di Bali, dan sebagian uang dolar Singapura itu akan ditukarkan menjadi uang rupiah sejumlah lebih kurang Rp50 juta.
    Sehingga pada 9 April 2015 malam, Agung Krisdiyanto menemui Adriansyah dan menyerahkan uang 44 ribu dolar Singapura dan Rp57,36 juta dalam amplop cokelat sambil mengatakan “Ini pak ada titipan amanah dari Pak Andrew dan untuk permintaan bapak juga sudah saya tukarkan. Semua kuitansi penukarannya juga ada di dalam amplop tersebut”.
    Adriansyah selanjutnya menyerahkan uang Rp1,5 juta kepada Agung untuk biaya hotel selama di Bali. Beberapa saat kemudian, keduanya ditangkap petugas KPK.
    Selain pemberian uang 50 ribu dolar Singapura, Andrew juga sudah beberapa kali membeirkan uang kepada Adriansyah antara lain pada:
    1. Kamis, 13 November 2014 melalui Agung Krisdianto untuk memberikan uang sebesar 50 ribu dolar AS dan diserahkan kepada Adriansyah di lantai atas mall Taman Anggrek Jakarta
    2. Kamis, 21 November 2014 melalui Agung Krisdiyanto menyerahkan Rp500 juta dan diserahkan di lorong lantai 19 apartemen GP Plaza di Slipi Jakarta
    3. 28 Januari 2015 sebanyak Rp500 juta kepada Adriansyah di restoran Shabu Tei lantai 4 Mall Taman Anggrek Jakarta
    Atas perbuatan itu jaksa mendakwa Adriansyah berdasarkan pasal 12 huruf b atau pasal 5 ayat 2 jo pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat 1 KUHP.
    Pasal tersebut mengatur tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.
    Terhadap dakwaan tersebut, Adriansyah mengaku mengerti dan tidak akan mengajukan nota keberatan.
    “Mengerti, setelah saya konsultasi dengan penasihat hukum, kami tidak akan mengajukan eksepsi,” kata Adriansyah.
    Majelis hakim yang diketui oleh Tito Suhud pun memutuskan sidang selanjutnya akan dilangsungkan pada 31 Agustus 2015 dengan agenda pemeriksaan saksi.
    “Ada 4-5 orang saksi,” tambah jaksa Trimulyono.
    Terkait perkara ini, proses hukum terhadap Andrew Hidayat juga sudah sampai pada tahap penuntutan. Ia dituntut 3 tahun penjara karena menyuap Adriansyah. (anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com