• Mahasiswa Unsri Tuntut Pemkab OI Realisasikan Program Pusat

    0

    mahasiswa-unsri-demoINDRALAYA, Sumsel, jurnalsumatra.com- Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menggelar demo di perkantoran Bupati Ogan Ilir (OI) di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai (31/10/2016).

    Mahasiswa yang tergabung kedalam organisasi aliansi pemuda sriwijaya, menuntut supaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten OI segera merealisasikan program pemerintah pusat saat ini, dan juga mahasiswa menilai program pemerintah pusat belum dirasakan oleh warga OI.

    Khairunnaz selaku Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri selaku koordinator aksi, menyatakan prihatin atas kondisi Kabupaten OI yang hingga saat ini, tak kunjung usai dari segala bentuk permasalahan termasuk permasalahan angka kemiskinan yang terus meningkat, ekonomi masyarakat yang tergolong rendah, pemberdayaan masyarakat yang jauh dari harapan. “Hari ini kami nyatakan Kabupaten Ogan Ilir berkabung,” Kata para pendemo.

    Selain berorasi di halaman perkantoran Bupati OI dengan membawa berbagai macam spanduk bertuliskan tuntutan realisasi pembangunan Ogan Ilir yang layak dan merata, mahasiswa juga menghadiahi keranda mayat kepada Plt Bupati OI HM Ilyas Panji Alam.

    Selang beberapa saat menggelar aksi demo, Plt Bupati OI HM Ilyas Panji Alam tak kunjung tiba dengan alasan jika Plt Bupati saat ini sedang dinas ke luar kota.

    Sejumlah perwakilan mahasiswa yang berdemo, diperkenankan bertemu dengan pejabat Pemda OI yang diwakili Asisten I bidang pemerintahan H Wilson SH.

    Dengan dijaga aparat Kepolisian TNI-Polri, dan Sat Pol-PP Asisten 1 dipaksa pendemo untuk menandatangani surat perjanjian yang berisikan lima tuntuan antara lain, menuntut Pemda OI untuk merealisasikan janji presiden dan wakil Presiden Jokowi-JK, efektifkan paket kebijakan ekonomi pemerintah pusat, realisasikan sarana dan prasarana pendidikan sesuai nawacita Jokowi-JK, realisasikan pembangunan OI yang layak dan merata, dan menjadikan Kabupaten OI Kabupaten yang aman, nyaman harmonis dan demokratis.

    Apabila tuntutan mereka tidak terpenuhi didalam surat perjanjian. Maka, mahasiswa mengancam kembali berdemo dengan membawa massa yang lebih banyak lagi.

    “Apabila tuntutan ini, tidak diindahkan, artinya, Pemda OI tidak berteman dengan mahasiswa, dan kami akan kembali berdemo dengan massa yang lebih banyak lagi,” Seru Mahasiswa.

    Tidak ada sedikit pun kalimat yang diucapkan oleh asisten I dihadapan pendemo. Usai dilakukannya penandatanganan berita acara perjanjian.

    Sejumlah mahasiswa mengangkat keranda mayat dan membawa keranda mayat menuju taman bunga Pemda OI.

    Lalu, keranda mayat yang terbuat dari bahan bambu dengan dilapisi kain kafan itu, langsung dibakar.

    Tindakan tersebut dilakukan mahasiswa sebagai bentuk kekecewaannya terhadap Pemda OI yang dianggap tidak menjalankan program pemerintah pusat. (Edi)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com