• iklan 3


  • Lebak Kekurangan Guru Desa Terpencil

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Sejumlah desa terpencil di Kabupaten Lebak, Banten, kekurangan guru sekolah dasar (SD), sehingga perlu penambahan guna meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah itu.
    “Kami setiap tahun mengusulkan kekurangan guru itu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Leuwidamar, Sutoni Wijaya di Lebak, Minggu.
    Sebagian besar sekolah di wilayahnya itu berada di desa terpencil dengan topografi perbukitan dan pegunungan.
    Mereka sekolah-sekolah yang kekurangan guru itu berada di desa terpencil, sehingga sulit untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
    Saat ini, jumlah kekurangan guru mencapai 125 orang di antaranya guru berstatus PNS sebanyak 110 orang, yang tersebar di 24 SDN.
    Kekurangan guru ini, kata dia, tentu menjadi kesulitan tersendiri untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.
    “Saya kira, mana mungkin pendidikan itu berkualitas dan menjadi lebih baik, jika guru yang mengajarnya hanya dua orang,” ujarnya.
    Menurut dia, kekurangan guru di desa terpencil itu, di antaranya SDN 3 Jalupang Mulya, SDN 3 Nayagati dan SDN 3 Leuwidamar.
    Pihaknya setiap tahun mengusulkan agar ada penambahan tenaga pendidik, namun sudah empat tahun terakhir belum ada realisasi.
    “Kami berharap tahun depan bisa direalisasikan penambahan guru di desa terpencil,” katanya.

         Seorang guru yang bertugas di desa terpencil di Kabupaten Lebak Didi Supriyadi(38) mengatakan dirinya rela menempuh perjalanan selama 1,5 jam menuju ke SDN 2 Sobang dengan menggunakan sepeda motor.
    Walaupun jarak tempuh dari rumah ke sekolah sepanjang 60 kilometer, namun Didi berangkat untuk mengajar tanpa kenal lelah.
    Ia juga bersyukur beberapa tahun terakhir pemerintah telah memberikan tunjangan sebesar gaji pokok untuk guru di pelosok desa terpencil.
    Tunjangan dana tersebut senilai Rp2,5 juta per bulan, namun pencairannya dihitung per triwulan.
    “Kami lebih bersemangat mengajar di pelosok desa terpencil dengan adanya tunjangan itu,” katanya.
    Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya pun membenarkan bahwa hingga kini Lebak mengalami kekurangan guru, termasuk yang bertugas di desa terpencil.
    Iti meminta kepada pemerintah agar menambah tenaga guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.
    “Pemerintah daerah mengevaluasi kekurangan guru agar bisa terpenuhi kebutuhan jumlah rombongan belajar. Sebab, hingga kini Kabupaten Lebak masih kekurangan tenaga guru sehingga berdampak terhadap kualitas pendidikan,” katanya
    Ia menyebutkan, saat ini kebutuhan tenaga guru sebanyak 11.103 orang, namun guru berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) 7.246 orang terdiri dari 2.200 orang guru SD, 1.090 orang guru SMP dan 1.194 orang guru SMA/SMK.
    “Kita kekurangan guru sekitar 4.000 dan kini terpaksa merekrut guru berstatus sukarela,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com