• KKP: Kegiatan Konservasi Tingkatkan Kesejahteraan Pulau Kecil    

    0

    Makassar, jurnalsumatra.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan kegiatan konservasi selain untuk melestarikan lingkungan kelautan juga meningkatkan kesejahteraan pulau-pulau kecil seperti yang dilakukan di Sulawesi Selatan.
    “Pelestarian terumbu karang dan pembudidayaan sejumlah hewan seperti kuda laut bisa untuk meningkatkan ekonomi warga,” kata Kepala Seksi Pendayagunaan dan Pelestarian Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Kris Handoko dalam acara kunjungan wartawan ke Pulau Badi, Sulsel, Rabu.
    Sebagaimana diketahui, KKP telah lama melaksanakan program “Coremap CTI” (Program Rehabilitasi dan Manajemen Terumbu Karang) yang merupakan salah satu upaya nyata dari pemerintah Indonesia untuk menjaga kelestarian sumber daya dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
    Kegiatan Coremap CTI berlangsung selama lima tahun, yang dimulai sejak tahun 2014.
    Lokasi program itu mencakup tujuh kabupaten kota untuk wilayah timur (Pangkep, Selayar, Raja Ampat, Wakatobi, Biak, Buton, dan Sikka) dan tujuh kabupaten kota untuk wilayah barat (Tapteng, Nias Utara, Kepulauan Mentawai, Bibtan, Lingga, Natuna dan Kota Batam).
    Sedangkan untuk Provinsi Sulsel, program Coremap dikembangkan di Pangkep dan Selayar bersama BPSPL Makassar yang merupakan salah satu  unit pelaksana teknis di bawah lingkup Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP.
    BPSPL Makassar juga memberikan dukungan bantuan kepada Yayasan Makassar Skalia sebagai bentuk keseriusan dalam hal mengawal pelestarian lingkungan dan edukasi maritim.
    Yayasan Makassar Skalia melaksanakan program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Samalona dan sekitarnya, melalui edukasi maritim untuk pelajar dan mahasiswa.
    Bantuan yang diberikan kepada yayasan tersebut antara lain berupa empat set alat “Scuba Dive” atau selam, sekaligus kompresor untuk pengisian tabung selam pada 2016.
    Bantuan alat selam ini dalam rangka mendukung program dari YMS karena selain untuk melakukan pelestarian terumbu karang dan pemantauan jenis ikan karang, namun juga akan dimanfaatkan pelajar dan mahasiswa dalam aktivitas program edukasi maritim.
    Dengan adanya bantuan tersebut juga diharapkan bisa bermanfaat bagi kelestarian habitat terumbu karang dan dapat menunjang ekowisata bahari yang secara keseluruhan
    Sebelumnya, KKP juga menyatakan pemerintah Indonesia serius dalam mengembangkan potensi pariwisata bahari terutama yang berfokus pada aspek berkelanjutan dan bermanfaat bagi kesejahteraan warga.
    “Indonesia saat ini secara serius mengembangkan potensi pariwisata. Salah satu yang menjadi keunggulan Indonesia adalah wisata bahari,” kata Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja.
    Untuk itu, ujar dia, kawasan konservasi yang ditargetkan menjadi tujuan wisata tentunya mengedepankan keberlangsungan sumber daya dan kesejahteraan masyarakat.
    Ke depannya, KKP akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait mengenai persyaratan kawasan konservasi yang akan menjadi destinasi wisata di berbagai daerah di Republik Indonesia.
    Sektor pariwisata dinilai bisa menjadi solusi bagi pemerintah untuk membangkitkan kegairahan di tengah-tengah periode kelesuan ekonomi yang antara lain ditandai dengan melemahnya sejumlah harga komoditas pertambangan dunia.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com