• KAPOLRES: Semua Kecamatan Rawan Konflik PILKADA

    0

    Malang, jurnalsumatra.com – Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto mengatakan, semua kecamatan yang ada di daerah itu rawan terjadi gangguan atau konflik selama perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada), namun saat ini situasi dan kondisinya masih aman dan kondusif.
    “Saat menjelang hingga pelaksanaan dan setelah pilkada, seluruh kecamatan berpotensi terjadi konflik, sehingga rawan terhadap gangguan keamanan. “Oleh karena itu, kami sudah melakukan antisipasi sejak dini dan terus melakukan pengawasan secara intensif di seluruh wilayah,” kata Aris Haryanto, Rabu.
    Untuk pengamanan pilkada, lanjutnya, pihaknya tidak hanya melibatkan personel kepolisian dari Polres Malang saja, tetapi juga dari Polres Kota Batu karena ada beberapa wilayah (kecamatan) yang secara geografis lebih dekat dengan Kota Batu, sehingga pengawasannya melibatkan polres terdekat.
    Beberapa kecamatan yang pengawasan dan pengamanannya diserahkan Polres Kota Batu adalah Kecamatan Ngantang, Pujon, Kasembon dan beberapa kecamatan terdekat lainnya. Dari wilayah Kabupaten malang (pemkab) untuk mencapai tiga kecamatan tersebut harus membelah wilayah Kota Malang dan Kota Batu, namun yang paling dekat adalah Kota Batu.
    Jumlah personel yang bakal diturunkan untuk pengamanan dan pengawasan pilkada di Kabupaten Malang yang digelar 9 Desember mendatang lebih dari 500 orang personel. Selain itu, Polres Malang juga akan mengerahkan personel Brimob penembak jitu, namun hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi di lapangan.
    Aris juga mengkhawatirkan apa yang disimulasikan dalam pengamanan pilkada, Selasa (25/8) di stadion luar Kanjuruhan akan benar-benar terjadi pada saat pelaksanaan pilkada karena materi simulasi dilakukan sejak proses awal, dari pengiriman kotak suara ke desa-desa hingga proses rekapitulasi.
    “Jika ada aksi brutal dan anarkis, kami akan bertindak tegas dan jika ada hal menyimpang, silahkan bisa dilaporkan ke Panwas dan penegakan hukum terpadu (Gakumdu) yang ada,” katanya.
    Ia berharap dalam pelaksanaan pilkada mendatang, tidak ada kerusuhan dan konflik berarti. Namun, jika ada, pihaknya sudah mengukur kemampuan personel. “Kita sudah memperkirakan ancaman dan mempersiapkan kelengkapan yang dibutuhkan untuk menghadapi hal-hal yang tidak kita inginkan itu,” ujarnya. (anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com