• iklan 3


  • Kapolda Jatim: Utamakan Teguran Dalam Operasi Zebra

    0

         Surabaya, jurnalsumatra.com – Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji meminta jajarannya untuk mengutamakan teguran atau tindakan preventif dalam Operasi Zebra Semeru 2016 pada 16-29 November.
    “Selain menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, Operasi Zebra 2016 juga untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru,” katanya setelah memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2016 di Mapolda Jatim, Rabu.
    Didampingi Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Ibnu Isticha, ia menjelaskan pihaknya mengerahkan 2.572 personel dalam operasi selama 14 hari itu, namun operasi tetap diprioritaskan pada cara bertindak yang bersifat preventif atau teguran.
    “Dalam operasi itu, kami akan lebih banyak bertindak edukasi dengan teguran. Tindakan penegakan hukum akan ditempuh pada kejadian yang fatalistik, seperti ngebut di jalan tol yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” katanya.
    Tahun 2015, angka kecelakaan lalu lintas sudah menurun 17 persen dibandingkan dengan tahun 2014. Tahun 2014 terjadi 2.024 kecelakaan, tapi tahun 2015 tercatat 1.895 kecelakaan atau menurun 375 kecelakaan (17 persen).

         “Karena itu, target Operasi Zebra 2016 juga menurunnya angka kecelakaan lalu lintas, tapi tindakan preventif lebih diutamakan daripada penegakan hukum, untuk meningkatkan disiplin masyarakat di jalan,” katanya.
    Menurut dia, sikap disiplin akan mendorong masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu, tidak melawan arus, parkir liar, tidak menggunakan handphone di jalanan, dan sebagainya.
    “Kalau zerro accident memang tidak mungkin, karena itu seperti mendahului Tuhan, tapi kami akan berusaha angka kecelakaan mengalami penurunan dari tahun ke tahun dengan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara,” katanya.
    Menanggapi rencana aksi 25/11 terkait dugaan kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kapolda mengimbau warga Jatim agar tidak ke Jakarta, karena “madharat” lebih banyak daripada manfaatnya.
    “Buat apa ke Jakarta, lhawong kami siap menampung aspirasi mereka. Kalau ke Jakarta itu kan butuh ongkos yang tidak sedikit dan di sana juga bisa rawan karena pendemo dan aparat tidak saling kenal. Itu beda kalau aksi di sini, kita kan saling kenal, sehingga lebih aman,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com