• KABARESKRIM: Saksi Ahli Tentukan Pidana Kasus Sapi

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan pihaknya masih menunggu keterangan beberapa saksi ahli untuk menentukan unsur pidana dalam kasus dugaan penimbunan sapi potong impor di Tangerang, Banten.
    “Kami masih menunggu keterangan saksi ahli. Ada tiga saksi ahli,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.
    Menurutnya, kesaksian tersebut diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
    Padahal, dikatakannya, pihaknya sudah membidik nama yang akan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
    Selain itu status kasus itu juga sudah siap dinaikkan menjadi penyidikan.
    “Pemberkasannya sudah selesai kepada calon-calon tersangka. Hanya kami minta keterangan saksi ahli untuk mengetahui unsur pidananya, sehingga tindak lanjutnya itu bulat ke pengadilan,” katanya.
    Sementara sebelumnya pada Senin (24/8), penyidik sudah melakukan gelar perkara kasus tersebut.
    Pada Rabu (12/8), penyidik Bareskrim memeriksa dua lokasi penggemukan sapi di daerah Tangerang. Operasi tersebut dilakukan sehubungan dengan terjadinya kelangkaan daging hewan tersebut di pasaran.
    Usaha penggemukan sapi yang diperiksa tersebut merupakan milik PT Brahman Perkasa Sentosa (BPS) di Jalan Kampung Kelor Nomor 33 Kecamatan Sepatan, Tangerang, Banten. Perusahaan tersebut dimiliki oleh tiga orang yakni BH, PH dan SH.
    Lalu perusahaan penggemukan sapi kedua yang dicek yakni PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) yang berlokasi di Tanjung Burung Nomor 33, Desa Kandang Genteng, Teluk Naga, Tangerang.
    Dari penelusuran polisi, SH juga pemilik PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM).
    Dari pemeriksaan tersebut, polisi menemukan ada empat ribu ekor sapi siap potong yang diduga sengaja ditimbun di dua perusahaan itu.
    “Tadi malam saya memimpin langsung pengecekan ke dua lokasi penampungan sapi, ditemukan 21.933 ekor sapi. Dari jumlah itu, yang siap potong empat ribu ekor,” kata Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso.
    PT BPS dan PT TUM diketahui merupakan pemasok daging untuk kawasan Jabodetabek dan Banten.
    Hingga saat ini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka terkait penemuan ribuan sapi yang ditimbun.
    Waseso menegaskan bila pihaknya menemukan adanya unsur tindak pidana maka pihak-pihak yang terlibat akan diproses secara hukum.
    “Bila ternyata benar ada pelanggaran hukum, saya akan dengan tegas mengambil langkah hukum sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.  (anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com