• Jendela Ide 20 Tahun Masyarakatkan Seni

    0

    Bandung, jurnalsumatra.com – Institusi budaya nirlaba Jendela Ide  yang dimotori Marintan Sirait dan Andar Manik telah menginjak usia 20 tahun  berkiprah melestarikan kesenian Indonesia melalui jalur seni dan pendidikan.
    “Usia 20 tahun Jendela Ide tepat pada Bulan Juli lalu, kami memberikan wadah untuk anak-anak dari berbagai latar belakang untuk menimbulkan kesadaran terhadap seni sejak usia dini,” kata Direktur Jendela Ide Marintan Sirait di Bandung, Selasa.
    Fokus Jendela Ide kata dia pada pengenalan seni dan sebagai tempat berkumpul namun saat ini bukan hanya anak-anak, banyak juga remaja.
    Menurut dia seni adalah nutrisi jiwa seperti makan, karena di dalamnya mengolah kreativitas, toleransi antar manusia, keberagaman nilai dan membangun empati yang penting dalam pembentukan karakter bangsa.
    Pihaknya  merasa banyak institusi di luar negeri yang berupaya memajukan kebudayaannya karena itu mereka hadir untuk membandingkan bangsa dengan kesenian dan  menonjolkan Indonesia dengan kebudayaan.
    “Karena itu di dalam seni berbicara tentang keberagaman makna,” katanya.
    Dalam memasyarakatkan seni, Jendela Ide bekerjasama dengan lembaga budaya lain seperti Pusat Kebudayaan Jawaharlal Nehru Indian, Institute Francais Indonesia (IFI) dan institusi pendidikan serta sejumlah komunitas diantaranya Rumpun Indonesia. Dimulai dengan program liburan sekolah seperti seni rupa, musik, teater dan seni gerak lainnya.
    Menurutnya melalui program tersebut mereka berupaya membangun pemahaman antar bangsa dengan adanya keberagaman dan saling mengapresiasi, baik melalui pertemuan budaya, workshop maupun residensi seniman dari luar negeri.
    “Program tersebut diminati banyak kalangan karena anak memiliki banyak kesempatan untuk berinteraksi dan mengenal masing-masing latar belakangnya,” katanya.
    Jendela Ide lebih berorientasi pada proses melalui jalur seni, namun yang menjadi hambatan hingga kini yakni persoalan dana, dalam hal ini pemerintah kurang mendukung pada kebudayaan sementara institusi kebudayaan harus tetap ada.
    Marintan mengatakan saat ini Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya tanpa diiringi manajemen yang baik, karena itu kesenian perlu ditingkatkan agar berada di posisi yang baik di kancah dunia. Keterlibatan pemerintah, institusi pendidikan dan media akan membantu dalam proses tersebut.
    “Kami berharap Indonesia punya lembaga budaya yang hadir di wilayah lokal dan punya kontribusi di internasional. Kita bisa menampilkan wajah indonesia yang punya posisi tawar di dunia,” katanya menambahkan.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com