• iklan 3


  • Herman Deru Dukung Lomba Cerita Humor dan Fasilitasi

    0
    Slanker Palembang Kongkow Bareng Herman Deru

    Deru Dukung Lomba Cerita Humor Dan Siap Fasilitasi

    Palembang, jurnalsumatra.com – Tokoh Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik rencana penyelenggaraan lomba menulis cerita humor dan standup commedy yang akan digelar panitia penyelenggara dengan tujuan menyemarakkan humor sebagai terapi stress dan perekat kebersamaan warga Sumsel. Demikian kesimpulan yang dipetik dari audiensi panitia penyelenggara kegiatan bersama Herman Deru sore tadi di peristiarahat keluarga Deru di Gandus, Palembang, (19/11).

    Audiensi digelar untuk mendengar secara langsung maksud dan tujuan panitia penyelenggara kegiatan tersebut. Eggy Sukamto, ketua panitia mengatakan bahwa tujuan kegiatan adalah untuk hiburan mendidik. “Mencari humor-humor berbasis daerah yang segar dan cerdas, nantinya karya yang terkumpul dibukukan secara selektif dan bisa dituturkan dalam kegiatan berikutnya yaitu standup commedy,” demikian Eggy menyampaikan.

    Eggy juga mengatakan bahwa kegiatan ini akan merangsang jiwa humor banyak orang Sumsel. “Humor itu sehat dan menyehatkan. Humor adalah sarana komunikasi egaliter, tak kenal batasan. Pemimpin sama bawahan bisa sama-sama tertawa, begitu juga pejabat dan rakyat bisa tertawa bersama. Humor menghilangkan stress dan cepat marah alias sumbu pendek, tersinggung sedikit, meledak marah,” tutupnya.

    Sementara itu Herman Deru yang menerima utusan panitia penyelenggara kegiatan lebih banyak tersenyum dan manggut-manggut. “Kalian ini kreatif sekali, saya tentu menyambut baik apapun kreasi anak-anak muda sepanjang itu dilakukan untuk hal-hal positif. Lomba menulis humor ini gagasan cerdas. Saya siap bantu memberi tropi bagi pemenangnya,” demikian ujar tokoh Sumsel yang juga calon gubernur 2018 ini.

    Deru menambahkan, orang Sumsel ini kalau dilihat dari Indeks Kebahagiaan yang dikeluarkan BPS, posisinya berada di bawah indeks kebahagiaan nasional, selisih 0,52%, Indeks kebahagiaan nasional sebesar 68,28, sementara indeks kebahagiaan Sumsel sebesar 67,76 pada skala 0 – 100.  “Ini tentu memunculkan pertanyaan apa iya kita di Sumsel kurang bahagia? Tetapi jangan juga simplistis atau menyederhanakan masalah. Misalnya dengan gelar lomba humor, kita jadi bahagia, karena komponen kebahagiaan yang diukur bukan suka humor atau tidak,” ujarnya tertawa.

    Deru menjelaskan sambil mengutip berbagai sumber, bahwa indeks kebahagiaan merupakan rata-rata dari angka indeks yang dimiliki oleh setiap individu. Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan yang semakin bahagia, demikian pula sebaliknya, semakin rendah nilai indeks maka penduduk semakin tidak bahagia.

    Deru menambahkan, indeks kebahagiaan ini adalah pernyataan kepuasan individu saat ditanya 10 aspek kehidupan yang esensial yaitu aspek: 1) kesehatan, 2) pendidikan, 3) pekerjaan, 4) pendapatan rumah tangga, 5) keharmonisan keluarga, 6) ketersediaan waktu luang, 7) hubungan sosial, 8) kondisi rumah dan aset, 9) keadaan lingkungan, dan 10) kondisi keamanan. “Nah, aspke humor tidak ada, mungkin kalau puas dengan semua aspek atau beberapa aspek dari 10 itu orang akan bahagia, jadinya sumringah, banyak senyum, suka humor, pungkasnya. (Fen)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com