• H Subhan Tinjau DAM Ambruk

    0

    unnamed-88KAYUAGUNG. SUMSEL. jurnalsumatra.com – Peristiwa ambruknya tembok penahan tanah (DAM) di Desa Serinanti, Kecamatan Pedamaran, mendapat tanggapan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Wakil rakyat dari Komisi III, H Subhan Ismail meninjau langsung lokasi ambruknya DAM yang terjadi pada Sabtu (12/11/2016) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

    Selain melihat langsung DAM yang ambruk, H Subhan Ismail pun secara pribadi memberikan bantuan kepada 3 kepala keluarga (KK) yang kehilangan rumah dan harta benda karena tergerus air di aliran Sungai Komering tersebut. “Kepada para korban kami berharap agar tabah menghadapi musibah ini, mudah-mudahan cobaan dari yang maha kuasa ini adalah teguran agar kita bisa berbenah,” ungkap H Subhan kepada para korban, Selasa (15/11/2016).
    Politisi Partai NasDem ini juga mengimbau kepada warga lainnya yang tinggal di bantaran Sungai Komering, khususnya bagi warga Desa Serinanti agar waspada, terlebih saat air pasang karena sewaktu-waktu peristiwa serupa bisa saja terjadi. “Apalagi tembok penahan tanah disini kondisi bangunannya sudah tua, jadi kapanpun bisa saja ambrol akibat tergerus derasnya aliran sungai,” tukasnya.
    Terkait kondisi DAM tersebut, Komisi III DPRD OKI yang merupakan mitra dengan SKPD yang membidanginya yakni Dinas PU Cipta Karya dan Pengairan, akan berkoordinasi untuk mencarikan solusi pembangunan tembok penahan tanah yang baru.
    “Kalau memang pembangunannya bisa melalui alokasi dana desa (ADD) atau dana desa (DD), itu lebih bagus lagi. Namun jika tidak memungkinkan, mungkin ada solusi lain,” tandasnya.
    Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Pengairan OKI, Madani ST, juga sempat turun ke lokasi meninjau DAM yang ambruk tersebut. “Kemarin saya menyerahkan bantuan dari Bapak Bupati OKI, kepada korban longsor di Desa Serinanti, Kecamatan Pedamaran yang diterima langsung oleh keluarga korban,” tutur Madani.
    Terkait DAM yang ambruk, menurut Madani, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena pembangunan tersebut merupakan program BBWS Palembang. “Karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Perbaikan DAM yang ambruk tersebut, membutuhkan tiang pancang dan lempengan-lempengan yang kuat, karena arus sungai disini cukup deras,“ cetusnya.
    Disinggung terkait perbaikan perbaikan rumah warga yang ambruk, Madani mengatakan, cukup sulit karena rumah-rumah tersebut berdiri di bantaran sungai. “Bukan hanya sulit untuk membangun rumah di bantaran sungai, untuk merelokasi wargapun kita cukup kewalahan. Meskipun warga tahu mendirikan bangunan di bantaran sungai sangat berbahaya,” tukasnya seraya mengatakan, kalau merelokasi satu atau dua kepala keluarga mungkin bisa. Namun jika sampai ratusan kepala keluarga tentu sulit.
    Sementara salah seorang korban, Yopi mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah dan para wakil rakyat. “Kami sangat berterima kasih pak atas kepedulian dengan keadaan yang sedang kami hadapi. Kami juga berharap kedepan ada perbaikan DAM, karena DAM yang ada sudah tidak baik lagi, kami takut kedepan ada peristiwa yang serupa,” ucapnya dihadapan perangkat Desa Serinanti, Alifiah dan korban lainnya, Jailuddin dan Lis. (RICO)
  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com