• iklan 3


  • Gerkatin Sumsel Masih Butuh Perhatian Pemerintah

    0

    siswa-tuna-runguPalembang, jurnalsumatra.com – Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sumsel yang memegang amanat Konstitusi UUD Negara No. 4 tahun 1997, menyebutkan Persatuan dan Kesatuan Negara Indonesia juga merangkul perbedaan status social ekonomi, kondisi fisik, karakteristik, pola hidup dan perbedaan disabilitas.

    Kepada jurnalsumatra.com Belman Karmuda salah satu tokoh Inspirasi Sumsel 2016 mengatakan “Semua perbedaan yang ada dalam diri para individu merupakan warga Indonesia yang mutlak untuk dihargai serta diakui kontribusinya dalam proses menuju Indonesia yang demokrasi” terangnya

    Ia yang bersama Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sumsel terus melakukan kursus komunikasi isyarat yang biasa disebut BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia), yang peduli akan kesetaraan para pemuda bangsa yang diinginkan konstitusi tersebut dan merangkul semua anak-anak tuna rungu di Sumsel untuk turut belajar bersama.

    Seperti diungkapkannya saat ikut belajar BISINDO di Sekretariatan Gerkatin Sumsel, Jalan MP Mangku Negara “Saya sangat terkesan melihat kreatifitas mereka, sudah seharusnya seluruh masyarakat peduli dengan kreatifitas mereka, karena komunitas ini mencoba melatih bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi sesama mereka maupun dengan masyarakat pada umumnya”.

    “Apa yang dilakukan pengurus Gerkatin ini sangat kreatif dan luas bisa yang perlu di support dalam apapun yang mereka lakukan untuk membantu adik-adiknya yang mengalami tuna rungu” jelasnya lagi.

    Lebih lanjut dikatakannya, belajar/kursus komunikasi bahasa isyarat ini gratis tanpa dipungut biasa sedikitpun. “Namun kepedulian pemerintah maupun masyarakat pada umumnya seperti tokoh masyarakat, dunia usaha ataupun stake holder yang ada bisa membantu mereka ini, karena jumlah pengajar sedikit dan siswa yang cukup banyak” jelasnya.

    Tokoh Inspirasi Sumsel 2016 ini, mengajak para orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya yang tuna rungu (special) berbahasa isyarat atau jika tak sanggup atau belum mengerti tentang BISINDO, bawalah kesini untuk belajar bersama, karena menurutnya potensi mereka sangat luar biasa.

    “Mereka semua juga ciptaan Tuhan (Allah) dan mempunyai pontensi yang bisa disalurkan, jika dapat berkomunikasi, dan mereka juga mempunyai hak dalam kesetaraan, semua sama dan setara juga bagian dari masyarakat dan inilah bagian indahnya keragaman jika kita setara dan mereka juga bercita-cita untuk bersekolah seperti sekolah pada umumnya, juga diperguruan tinggi, untuk di Sumsel ini, baru ada sekolah luar biasa untuk tingkat menengah, sementara untuk perguruan tinggi belum ada untuk mereka, karena dari kekurangan mereka pasti juga ada kelebihannya” tegasnya.

    Neli Nurjannah salah satu orang tua murid mengatakan “Apa yang dilakukan Gerkatin merupakan hal yang mulia dan patut dicontoh, saya berharap kepada Pemerintah agar lebih memberikan informasi kepada masyarakat baik melalui media sosial maupun media lainnya, agar para orang tua anak tuna rungu dapat mengetahuinya” jelasnya.

    “Sebagai orang tua murid kami berharap kepada Pemerintah (Provinsi ataupun Pemkot) memberikan informasi, tentang BISINDO ini, agar para orang tua yang anaknya tuna rungu mendapatkan pendidikan yang sesuai untuk anak-anaknya dan bisa menyalurkan potensi yang anak-anaknya, karena infomasih untuk sekolah/kursus seperti ini masih sangat minim diketahui oleh masyarakat dan gratis pula,” ungkapnya dengan rasa haru.

    Hal yang sama di ucapkan Belman, Ia juga mengatakan perlunya bagi pemerintah Provinsi atau Pemkot untuk menyediakan sarana dan prasana bagi anak-anak tuna rungu ini, dan berharap pemerintah juga bisa menyediakan perguruan tinggi untuk para anak-anak tuna rungu karena Sumsel belum ada Universitas untuk mereka (anak tuna rungu). (edchan)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com