• iklan 3


  • Gerindra Ingatkan Gubernur Soal Amdal Sirkuit MotoGP

    0

    gerindraPalembang, jurnalsumatra.com – Rencana pembangunan sirkuit MotoGP di Jakabaring harus memperhatikan banyak hal, terutama soal Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Pasalnya, dampak dari penimbunan selama ini, membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Plaju dan Kertapati kebanjiran.

    Hal ini diingatkan oleh Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumsel melalui juru bicaranya Susilawati dalam rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (14/11).

    “Pemprov Sumatera Selatan harus melakukan Analisis Dampak Lingkungan yang memadai, agar tidak terjadi banjir dan dampak lainnya, mengingat wilayah Jakabaring adalah wilayah resapan air. Karena, sebagaimana kita ketahui, wilayah Plaju dan Kertapati banjir sejak terjadi pembangunan besar-besaran di wilayah Jakabaring,” ungkap Susilawati.

    Selain soal Amdal kata Susilwati, surat perjanjian built operate transfer (BOT) sirkuit MotoGP harus dilakukan transparan dan diketahui oleh DPR dan masyarakat luas.

    “Kami juga mempertanyakan penggunaan dana APBD, sebesar Rp 10 miliar untuk penimbunan lahan sirkuit MotoGP, karena sejak awal Pemprov menyatakan bahwa pembangunan sirkuit itu murni dibangun oleh pihak ketiga,” tukas Susilawati.

    Gerindra juga mengkritisi soal kerusakan jalan yang disebabkan oleh pembangunan light railway transit (LRT). Kontraktor harus memperbaiki jalan yang rusak akibat pembangunan LRT tersebut.

    “Kami minta jalan-jalan terdampak pembangunan LRT kembali mulus seperti semula,” ujar Susilawati.

    Soal kemacetan luar biasa di Kota Palembang, terutama di jam jam sibuk kata Susilawati, Pemprov Sumsel, harus menempatkan petugas dari dinas perhubungan yang bekerjasama dengan Satlantas Kota Palembang di titik-titik kemacetan secara kontinyu.

    Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, membenarkan ada dana APBD Sumsel sebesar Rp 10 miliar yang dianggarkan untuk sirkuit MotoGP. Dana itu bukan untuk penimbunan, tetapi untuk cadangan ganti rugi lahan penduduk yang terdampak pembangunan sirkuti MotoGP.

    “Karena ini dilakukan pihak ketiga, jadi yang nimbun biarlah mreka, tapi kan untuk ganti rugi kalau ada yang huni disitu mesti kita, itulah kita cadangkan (dana), itu kita keluarkan 10 miliar dari Rp 50 miliar yang diajukan,” pungkasnya. (***)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com