• Elion Numberi Penuhi Panggilan KPK

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar Elion Numberi memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2012.
    “(Pemanggilan) kemarin tidak sempat datang,” kata Elion saat tiba di Gedung KPK Jakarta, Jumat.
    Elion sebelumnya dipanggil pada 1 November 2016 tapi tidak memenuhi panggilan tersebut. Elion juga membantah sudah mendapatkan uang dari proyek di Kementerian PUPR tersebut.
    “Tidak tahu (tentang aliran dana),” tambah Elion singkat dan masuk ke ruang tunggu steril saksi KPK.
    Elion diketahui ikut kunjungan kerja (kunker) Komisi V Maluku, wilayah kerja Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Kementerian PUPR Amran Hi Mustary pada 6-9 Agustus 2015.
    Kunker dipimpin langsung Ketua Komisi V dari Fraksi Partai Gerindra Fary Djemy Francis bersama sejumlah pimpinan Komisi V yaitu
    Wakil Ketua Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat Michael Wattimena, Wakil Ketua Komisi V dari Fraksi PKS Yudhi Widiana serta 11 anggota lainnya.

        Dalam putusan Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir, Amran meminta Abdul Khoir menyediakan Rp455 juta untuk uang saku anggota Komisi V dalam kunker, penyerahan uang dilakukan di hotel Swiss Bell Ambon.
    Amran Hi Mustary diduga menerima suap sejumlah Rp15,606 miliar dan 223.270 dolar SIngapura dan satu telepon selular Iphone 6 senilai Rp11,5 juta.
    Tujuan pemberian uang dan barang oleh Abdul Khoir dan pengusaha lainnya adalah agar Amran mengupayakan proyek-proyek dari program asirasi DPR disalurkan untuk proyek pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara serta menyepakati Abdul Khoir sebagai pelaksana proyek tersebut.
    Dalam sidang selanjutnya juga Sekjen Kementerian PUPR Taufik Widyoyono mengakui menerima uang 10.000 dolar AS dari Amran juga memberikan uang 5.000 dolar AS kepada Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian PUPR A Hasanudin meski mengaku sudah mengembalikan ke KPK.
    Dalam perkara ini, selain Amran sudah enam orang tersangka lain yaitu anggota Komisi V DPR dari fraksi PDI-Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi V dari Golkar Budi Supriyanto, anggota Komisi V dari fraksi PAN Andi Taufan Tiro, dua orang rekan Damayanti yaitu Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir yang menjadi pemberi suap.
    Damayanti sudah divonis 4,5 tahun penjara, Julia dan Dessy divonis 4 tahun penjara, dan Abdul Khoir di tingkat banding divonis 2 tahun penjara.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com