• Dinkes Palembang Menghitung PBI

    0

    dr. Anton SuwindroPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemkot Palembang, saat ini masih melakukan perhitungan terhadap warganya yang bakal menjadi tanggungan Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk kepesertaan program BPJS Kesehatan atau program JKN. Hal itu diungkap Kepala Dinkes Palembang, Dr Anton Suwindro dibincangi disela-sela acara puncak peringatan HKN (Hari Kesehatan Nasional) di Kambang Iwak, Jumat (18/11).

    Dijelaskannya, saat ini penduduk Palembang masih tercover dengan program Jamsoskes Sumsel semesta, yakni dianggarkan Rp5ribu per orang setiap bulannya. “Dengan demikian, mereka bisa berobat hanya dengan menunjukkan KK,”katanga.

    Kendati demikian, para penerima bantuan Jamsoskes semesta ini, nantinya bakal ditanggung menjadi peserta BPJS. “namun tak semua peserta Jamsoskes beralih ke BPJS sebagai peserta PBI,” terangnya seraya menyebut masih melakukan pendataan siapa saja yang berhak dan benar-benar miskin.

    Jadi, lanjutnya. Peserta PBI bisa keluar-masuk karena data terus di update setiap enam bulan sekali. “Ada yang tiba-tiba miskin dan ada yang tiba-tiba sudah kaya,” terangnya. Terlebih lagi, di tahun ini sudah ada masyarakat Palembang yang diberikan bantuan oleh pemerintah dengan menjadi peserta KIS (kartu Indonesia Sehat) sehingga peserta KIS tak lagi menjadi peserta BPJS kategori PBI.

    Tahun depan mau tidak mau pihaknya bakal mengikutsertakan masyarakat Palembang yang belum tercover bantuan sebagai peserta BPJS kategori PBI. “Senin malam nanti juga bakal ada oembahasannya di tingkat pusat,” sambungnya.

    Dalam kesempatan itu pula, dirinya mengaku tetap menerapkan pola preventif kepada masyarakat untuk mencegah berbagai penyakit, mencegah demam berdarah dan lainnya. “Kita terus menggerakkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan mereka bisa memproteksi diri sendiri mencegah datangnya penyakit,” sambungnya.

    Dari sana, maka dana pengobatan bisa digunakan untuk beragam program lainnya. Karena berbagai penyakit sebenarnya bisa diatasi dengan perilaku hidup sehat. Seperti diare bisa dicegah dengan mencuci tangan, makan dengan gizi seimbang, demam berdarah bisa diatasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara 3 M dan lainnya. “Jadi penyakit itu bisa dicegah dan bukan beban pemerintah,” sambungnya.

    Salah-satu cara, pihaknya juga mensosialisasikan program hidup bersih dan sehat dengan menempel stiker pada ambulance. Walikota Palembang, H Harnojoyo menyebut sengaja mengambil tema Indonesia Cinta sehat di peringatan HKN ke-52, bermaksud membangkitkan kembali pesan-pesan hidup sehat dan menjaga lingkungan untuk kesehatan.

    “Salah-satunya, dengan tetap semangat gotong royong menjaga lingkungan hidup yang bersih,” pesannya. Salah-satu yang membanggakan, juga ada Puskesmas berprestasi tingkat Nasional, Dokter terbaik dan banyak prestasi lainnya.

    “Kita imbau pelayanan Puskesmas yang baik dan terus ditingkatkan kepada masyarakat,” tandasnya seraya menyebut juga terus melakukan sosialisasi hidup sehat.(eka)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com