• Bupati Purwakarta Raih Penghargaan Tertinggi PGRI

    0

        Purwakarta, jurnalsumatra.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meraih penghargaan Dwidja Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyusul suksesnya pemberlakukan konsep pendidikan berkarakter di Purwakarta.
    Penghargaan tertinggi yang diberikan PGRI sebagai Asosiasi Profesi Guru kepada Dedi Mulyadi itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy pada puncak Hari Guru Nasional ke-72 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu.
    Menurut Ketua Pelaksana Tugas Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi mengatakan, Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu dari 17 daerah yang dipandang mampu memberikan kontribusi dan kepedulian khusus terhadap dunia pendidikan.
    Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui tahapan panjang verifikasi dan penilaian secara objektif.
    “Kami melakukan seleksi terhadap 150 daerah, dan hanya 17 daerah yang mendapat penghargaan ini. Purwakarta kita nilai telah berhasil menjalankan program-program pendidikan berkarakter,” katanya.
    Sebanyak 17 kepala daerah yang terdiri atas 13 bupati dan walikota serta empat gubernur mendapatkan penghargaan tersebut.
    Untuk di Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Tasikmalaya yang mendapatkan penghargaan prestisius di bidang pendidikan.
    Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang telah diterima.

        Tetapi diakuinya selama ini bukanlah penghargaan yang dia kejar, melainkan spirit perubahan dunia pendidikan agar menjadi lebih baik.
    “Saya terima kasih, Purwakarta mendapatkan kepercayaan. Tetapi orientasi kita tetap perubahan dunia pendidikan itu sendiri, bukan penghargaan, pendidikan Indonesia harus lebih baik dan lebih berkualitas,” ujarnya.
    Ia mengingatkan agar pendidikan tidak menjadi penjara bagi siswa. Sebaliknya, menurut dia, pendidikan harus menjadi hal yang menyenangkan, termasuk para guru yang memberikan pengajaran harus berpijak pada pola aplikatif.
    “Pendidikan tidak boleh menjadi penjaga, guru harus menjadi penyampai ilmu kepada pelajar, bukan menjadi penyampai pesan buku. Saya kira itu tujuan kita,” katanya.
    Sementara itu, konsep pendidikan berkarakter di Purwakarta itu sendiri telah diterjemahkan ke dalam aneka program teknis dan tidak lagi berfokus pada kemampuan akademik pelajar. Tetapi lebih membangun pola aplikatif, sehingga para pelajar di wilayah ini mampu berproduksi.
    Pelajaran beternak dan berkebun hingga pengayaan baca tulis Al-Qur’an dan kitab kuning serta pendalaman kitab agama sesuai dengan keyakinan yang dianut oleh pelajar menjadi andalan program pendidikan di Purwakarta.
    Berbagai program telah diluncurkan Pemkab Purwakarta dalam bidang pendidikan serta sukses diterapkan di seluruh sekolah di wilayah itu. Di antaranya adalah larangan guru memberikan Pekerjaan Rumah (PR) hingga sanksi bagi pelajar yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com