• BPBD: Rp37,6 Miliar Normalisasi Sungai Solok Selatan

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp37,6 miliar untuk normalisasi sungai di Solok Selatan, Sumatera Barat, pasca banjir bandang pada awal Februari 2016.
    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Editorial di Padang Aro, Rabu, menyebutkan kucuran dana tersebut melalui dua instansi, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp9,6 miliar sementara sisanya Balai Wilayah Sungai Sumatera V sebesar Rp28 miliar.
    Bantuan melalui BNPB, sebutnya untuk normalisasi Sungai Batang Bangko, Batang Suliti, Batang Lolo, Batang Sipotu serta sungai-sungai yang terdampak langsung banjir 8 Februari itu.
    “Sementara bantuan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera V hanya untuk normalisasi sungai Batang Bangko dan Batang Lolo,” ujarnya.
    Pelaksanaan pengerjaan normalisasi sungai-sungai tersebut melalui dana penanggulangan bencana sudah 100 persen. “Kini tinggal ‘finishing’ saja,” ujarnya.
    Sementara ketika disinggung normalisasi sungai Batang Suliti yang berada di kawasan Kampung Terendam, ia menyebutkan pihaknnya telah mengusulkannya ke Balai Wilayah Sungai Sumatera V.

          “Namun Balai Wilayah Sungai Sumatera V sepertinya belum mengarah ke sana,” sebutnya.
    Ia menyebutkan ketika banjir bandang yang melanda dua kecamatan, yakni Sungai Pagu dan Pauh Duo, tersebut berasal dari aliran Sungai Batang Bangko.
    “Saat banjir kala itu, Batang Suliti tidak parah. Yang banjir parah itu di Batang Bangko. Sehingga seluruh dana itu diarahkan ke Bangko,” sebutnya.
    Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan normalisasi Sungai Sawah Lawe karena telah mengancam permukiman warga.
    “Anggaran untuk normalisasi Sungai Sawah Lawe sebesar Rp1 miliar juga dari BNPB dan,” ujarnya.
    Banjir bandang yang melanda Solok Selatan pada 8 Februari 2016 merupakan yang terparah sejak 1995.
    Banjir tersebut merusak sekitar 865 hektare sawah, merusak tanggul sungai Batang Bangko, merendam sekitar 2.000 rumah warga, dengan kerugian mencapai lebih Rp200 miliar.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com