• BPBD Banten Gelar Simulasi Tsunami Di Lebak

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menggelar simulasi tsunami guna memberikan pengetahuan kepada masyarakat pesisir selatan Kabupaten Lebak.
    “Kegiatan simulasi itu guna mengurangi resiko kebencanaan agar tidak memakan korban jiwa juga kerusakan material cukup besar,” kata Kepala BPBD Provinsi Banten Sumawijaya di Lebak, Selasa.
    Pelaksanaan simulasi tersebut dipusatkan di Lapangan Kecamatan Bayah dengan melibatkan ribuan masyarakat, relawan, TNI, Polri, PMI, BMKG, Basarnas dan BPBD Lebak.
    Kegiatan simulasi itu bagaimana upaya penyelamatan masyarakat yang berada di sekitar pesisir selatan Kabupaten Lebak.
    Sebab, pesisir selatan merupakan daerah berpotensi tsunami karena berada di wilayah pertemuan (tumbukan) lempengan Samudera Hindia Australia-Benua Asia.
    Karena itu, masyarakat agar mengetahui cara-cara penyelamatan jika terjadi gempa tektonik yang disertai gelombang tsunami.
    Pemerintah daerah telah membuat jalur-jalur evakuasi dan shelter guna menyelamatkan masyarakat dari ancaman tsunami.
    Selain itu juga masyarakat agar berlari ke perbukitan guna menyelamatkan diri.
    “Kami berharap melalui simulasi itu masyarakat bisa menyelamatkan diri dari bencana alam,” katanya.
    Menurut dia, kegiatan simulasi tsunami itu sebagai  upaya kesiapsigaan baik masyarakat maupun pemerintah serta stekeholder guna melakukan evakuasi pascabencana alam tersebut agar tidak menimbulkan korban banyak.

         Pihaknya terus mengoptimalkan kegiatan simulasi tsunami agar masyarakat bisa menyelamatkan diri.
    Selain itu juga pascabencana tsunami dapat ditangani dengan baik melalui keterlibatan TNI, Polri, Basarnas, media, PMI dan lainnya.
    “Kami yakin simulasi itu dapat mengatasi kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa yang banyak,” katanya.
    Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan pihaknya memetakan enam kecamatan di daerah ini masuk daerah berpotensi tsunami.
    Keenam kecamatan itu adalah Kecamatan Malingping, Wanasalam, Cihara, Panggarangan, Bayah, dan Cilograng.
    Sebab, di lokasi itu terletak di pesisir Samudera Hindia, seperti Pantai Binuangeun, Bagedur, Suka Hujan, Panggarangan, Bayah, Pulau Manuk, Sawarna hingga Pelabuhanratu, Sukabumi.
    Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai selatan Lebak tersebut diminta waspada terhadap bencana tsunami.
    Untuk mencegah risiko korban bencana alam, pihaknya juga sudah beberapa kali menggelar simulasi tsunami di pesisir selatan Lebak.
    Simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang langkah penyelamatan.
    “Kami terus mengoptimalkan simulasi penanggulangan bencana tsunami agar bisa meminimalisasi korban jiwa,” kata Kaprawi.
    Ia mengatakan, pesisir selatan Kabupaten Lebak masuk kategori rawan gempa dan tsunami karena terdapat lempeng Asia.
    Masyarakat pesisir harus secepatnya menyelamatkan diri ke dataran tinggi jika gelombang tsunami terjadi.
    Pemerintah telah membangun gedung evakuasi atau shelter untuk dijadikan tempat penyelamatan jika terjadi gelombang tsunami.
    “Gedung shelter itu berlokasi di Pantai Binuangeun, Kecamatan Wanasalam,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com