• iklan 3


  • Balai Besar Berencana Tingkatkan Kapasitas Sudetan Plangwot

    0

         Bojonegoro, jurnalsumatra.com – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah berencana meningkatkan kapasitas aliran sudetan Bengawan Solo Plangwot-Sedayu Lawas di Lamongan, dari 660 liter per detik menjadi 1.000 liter per detik.
    “Peningkatan kapasitas aliran sudetan di Pelangwot-Sedayu Lawas itu untuk mengurangi banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi di daerah hilir, Jawa Timur,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Hirnowo, di Bojonegoro, Jatim, Rabu.
    Menurut dia, desain rinci peningkatan kapasitas sudetan Bengawan Solo di Plangwot-Sedayu Lawas yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Provinsi Jawa Timur, sudah jadi.
    Tapi, ia mengaku belum tahu jadwal pelaksanaan pekerjaan peningkatan kapasitas tampungan sudetan Plangwot-Sedayu Lawas di Lamongan itu.
    “Kami tidak tahu pelaksanaannya, sebab pekerjaan peningkatan kapasitas sudetan ditangani Balai Besar Wilayah Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah,” jelas dia dalam rapat koordinasi menghadapi musim hujan tahun ini dengan berbagai pihak terkait di wilayah kerjanya di daerah hilir Jawa Timur.

         Lebih lanjut ia menjelaskan upaya mengantisipasi banjir luapan Bengawan Solo di daerah hilir, Jawa Timur, yang sudah dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, antara lain, memfungsikan Rawa Jabung di Lamongan.
    Rawa Jabung di Lamongan pada musim banjir tahun ini diperkirakan mampu menampung air luapan Bengawan Solo sekitar 29 juta meter kubik.
    “Pekerjaan membuat Rawa Jabung untuk menampung air luapan Bengawan Solo sudah mencapai 70 persen. Pekerjaan tersendat disebabkan terhambat pembebasan tanah warga,” tuturnya.
    Yang jelas, pihaknya sudah menyiapkan berbagai kebutuhan, seperti bahan banjiran bdalam menghadapi ancaman banjir luapan Bengawan Solo di daerah hilir, Jawa Timur, mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik.
    Bahan banjiran yang tersedia, lanjut dia, salah satunya karung atau sak yang bisa dimanfaatkan untuk menanggulangi tanggul jebol ketika terjadi banjir.
    “Bahan banjir karung atau sak ini bisa diminta kapan saja dengan diketahui kepala desa atau camat di daerah yang dilanda bencana banjir,” jelas dia.
    Namun, kata dia, bahan banjiran yang tersedia tidak bisa diminta ketika tidak terjadi bencana, meskipun dengan alasan untuk antisipasi.
    “Kami siap menghadapi kemungkinan datangnya banjir luapan Bengawan Solo juga banjir dari anak sungainya,” tuturnya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com