• Anggaran Dana Bedah Rumah Jadi Rp 10 Miliar

    0

    bedah-rumahPalembang, jurnalsumatra.com – Berdasarkan Raperda anggaran tahun 2017 yang diajukan oleh  Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang ke DPRD Palembang, anggaran untuk bedah rumah mencapai Rp 10 miliar. Tentu dengan anggaran tersebut dapat memperbaiki rumah kumuh yang ada di Palembang sehingga menjadi rumah layak huni.

    “Dana tersebut tidak ada penambahan dibandingkan dana tahun sebelumnya,”Demikian diakui oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Kota Palembang, Syaiful saat ditemui usai Paripurna di DPRD Palembang, kamis (17/11).

    Dijelaskannya, dana tersebut untuk membantu rumah yang dianggap tidak layak sedangkan untuk rumah yang memang sudah sangat parah seperti mau roboh maka pihaknya akan meminta bantuan baik dari pihak Rey, maupun pihak lainnya seperti CSR Budha Suci dan juga amil zakat.“Bantuan pihak ketiga Ini untuk rumah yang memang benar-benar parah dan mau roboh,” terangnya.

    Dirinya juga menambahkan, selain menyiapkan dana Rp 10 miliar, pihaknya juga akan berupaya menyiapkan lahan sehingga nantinya beberapa kawasan yang dianggap kumuh dapat dipindahkan ke tempat yang layak. Namun, tentunya memerlukan dukungan dari masyarakat tersebut.

    “Ya, ini harus ada dukungan dari masyarakat itu sendiri seperti mau dipindahkan dari tempat semula ke tempat yang baru,” ujarnya.

    Dirinya menambahkan, saat ini memang para pengembang lebih mengincar kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), berbeda dengan dahulu, pengembang lebih mementingkan masyarakat yang memiliki lahan, serta yang sifatnya incidental seperti kebakaran di 3-4 Ulu.

    “Kebakaran 3-4 Ulu yang menghabiskan beberapa rumah ini, dibantu oleh pengembang dalam pembangunan rumah mereka, karena ada lahan,” jelasnya.

    Namun, lanjut Syaiful, saat ini para pengembang kesulitan dalam mencari lahan karena itu lebih fokus dalam perbaikan rumah. “Ya, kalau memang ada lahan yang bisa digunakan untuk membangun, kami akan coba untuk mengusulkannya kepada pihak pengembang,” tambahnya.

    Disinggung jumlah daerah kumuh di Kota Palembang, dirinya mengaku belum mengetahuinya, karena pihaknya masih harus mendata per kecamatan di Kota Palembang. “Saya belum tahu sekarang berapa banyak daerah kumuh di Kota Palembang karena masih harus didata,” singkatnya.

    Seperti diketahui, Hampir 1300 hektar Kota Palembang atau sekitar 40 ribu rumah masih terkategori kumuh baik berat, sedang maupun ringan. Hal tersebut diketahui berdasarkan data dari Dinas PUCK Kota Palembang.(eka)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com