• iklan 3


  • 250 Fotografer Ikuti Lomba Fotografi Sisca 2015

    0

    Sawahlunto, Sumbar, jurnalsumatra.com – Sebanyak 250 orang fotografer dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba Fotografi Sawahlunto International Songket Carnival (SISCA) 2015 di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
    Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto, Zainul Anwar di Sawahlunto, Kamis, mengatakan puncak peningkatan jumlah peserta terlihat pada hari terakhir pendaftaran, Rabu (26/8), yakni mencapai seratus orang lebih.
    “Pendaftaran sudah resmi ditutup, tahap berikutnya panitia akan membagikan kartu tanda peserta mulai hari ini sekitar jam 10.00 WIB hingga Jumat (28/8) pukul 10.00 WIB, di kantor pusat informasi kepariwisataan Kota Sawahlunto, kawasan Pasar Remaja,” kata dia.
    Pada saat mengambil kartu tersebut, lanjutnya, peserta bisa mendapatkan informasi terkait kegiatan SISCA 2015, sebagai bahan rujukan mereka dalam menyusun strategi pemotretan serta penentuan objek foto yang akan mereka ikutsertakan dalam lomba tersebut.
    Dia mengatakan, tingginya animo para penghobi dunia fotografi dari unsur pemula dan profesional tersebut, diharapkan mampu menjadi sarana untuk lebih mengenalkan kerajinan songket Silungkang secara luas di ruang publik, di samping sebagai media promosi potensi kepariwisataan yang ada di kota itu.
    “Sawahlunto memiliki kawasan kota tua sebagai objek wisata heritage serta songket Silungkang yang merupakan salah satu warisan budaya dari para leluhur sejak berabad-abad silam,” ujar dia.
    Menurutnya, potensi tersebut digabung menjadi satu dan dikemas apik dalam kegiatan karnaval dengan melibatkan ribuan peserta yang akan memeragakan pakaian berbahan songket dengan kreasi cukup beragam, dengan target pemecahan rekor MURI untuk kategori pemakaian songket terbanyak dalam satu kegiatan.
    Sehingga, jelasnya, akan tercipta penguatan potensi ekonomi dari sektor industri kecil menengah bagi para pelaku usaha tenun songket beserta seluruh ikutannya, yang akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perkembangan kota itu sebagai salah satu daerah tujuan wisata.
    “Kami sangat mengapresiasi para peserta lomba fotografi yang sudah bersedia mengunjungi kota ini dan secara tidak langsung telah mengenalkan potensi kerajinan masyarakat lokal, kami berharap kegiatan ini mampu menjadi tonggak berikutnya dalam mewujudkan visi kota wisata tambang yang berbudaya,” kata dia.
    Sebelumnya, Wali Kota sawahlunto, Sumatera Barat, Ali Yusuf, mengatakan pihaknya memperkirakan perputaran uang pada pelaksanaan kegiatan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCA) 2015, mencapai besaran angka Rp7 miliar lebih sejak tanggal 28-30 Agustus 2015.
    “Potensi perputaran tersebut merupakan efek berantai dari kegiatan berupa peningkatan pembelian kain songket, upah jahit serta efek ikutan lainnya selama tiga hari pelaksanaan kegiatan,” kata dia, di Sawahlunto, Selasa.
    Menurutnya, perkiraan potensi tersebut dipicu oleh desain kegiatan yang melibatkan sebanyak 1.700 peserta dari 250 kelompok, yang akan berpawai dengan menggunakan pakaian berbahan songket dengan ragam jenis kreasi.
    Di samping itu, lanjutnya, pengunjung yang berasal dari penduduk lokal kota itu juga akan menggunakan pakaian berbahan songket dan diperkirakan mencapai 17.000 ribu orang, sebagai bentuk partisipasi mereka secara pribadi untuk mempersembahkan rekor MURI bagi Kota Sawahlunto serta dukungan moril bagi para pengrajin songket yang mewarisinya dari para pendahulu-pendahulu mereka, sejak berabad-abad silam.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com