• 17 Kabupaten/Kota Di Aceh Diguyur Hujan

    0

       Sabang, Aceh, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Giofisika (BMKG), menyatakan sebanyak 17 kabupaten/kota di Aceh diguyur hujan dan masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor.
    “Ada 17 daerah yang diguyur hujan di Aceh dan berpotensi meluas kebeberapa daerah lainnya,” kata kata Kepala Stasiun BMKG Kota Sabang Siswanto di Sabang, Selasa.
    Sistem peringatan dini (early warning system/EWS) Aceh mengumumkan potensi hujan dengan intensitas sedang dan lebat menguyur wilayah paling ujung barat Sumatera meliputi, Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie.
    Kemudian Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya dan Sekitarnya.
    Siswanto menjelaskan, sesuai dengan kondisi klimatologi bahwa data rata-rata curah hujan selama 30 tahunan dapat disimpulkan wilayah Sabang dan sekitarnya akan mengalami puncak hujan pada bulan November dan Desember.
    Untuk itu, BMKG mengigatkan masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
    “Bekenaan dengan cuaca tersebut harus diwaspadai potensi timbulnya dampak dari curah hujan yang secara terus menerus mengguyur wilayah Sabang dan sekitarnya,” ujarnya lagi.

        Bencana bisa muncul tanpa melihat objek atau mengenal siapa pun untuk itu, pihaknya berharapkan masyarakat yang berada dikawasan bencana harus mampu mengenali lingkungan sebagai upaya deteksi dini.
    “Menurut beberapa pengalaman  bencana selalu mengintai manusia pada saat kita diposisi lengah atau istirahat. Semua berpotensi menjadi korban bencana,” kata Siswanto.
    Lebih kanjut dia mengatakan, bencana tidak dapat dipindahkan dan bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Salah satu upaya meminimalkan dampak bencana (mitigasi) dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan.
    Stasiun BMKG Kota Sabang sebagai salah satu institusi pemerintah yang memiliki tanggung jawab dalam pengamatan unsur cuaca akan selalu berusaha memberikan layanan informasi kepada masyarakat luas.
    “Masyarakat harus merubah cara berpikir dalam menghadapi bencana. Bencana semata-mata bukan sekedar sebuah takdir, namun kita harus bisa berprinsip hidup berdampingan dengan bencana,” tuturnya.
    Siswanto menambahkan, kondisi hujan yang ada selama di bulan November 2016 ini masih dalam kriteria normal. Normal yang dimaksud pada bulan November 2016 tidak menunjukkan adanya anomali atau simpangan yang signifikan jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.(anjas)

  • iklan 3




  • Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com