• iklan 3


  • Wisuda AKN, Wartawan ‘Gigit Jari’

    0

    wartawan-dilarang-masukBANYUASIN, Sumsel, jurnalsumatra.com – Sejumlah wartawan terpaksa ‘gigit jari’ dan kecewa karena tidak diperbolehkan masuk untuk meliput acara wisuda sarjana AKN (Akademi Komunitas Negeri) Banyuasin yang berlangsung di Gedung Graha Sedulang Setudung Pemkab Banyuasin, Selasa (19/10) 2016.

    “Jika tidak ada izin untuk liputan dari Panitia, bagi jurnalis tidak boleh masuk,”jelas seorang wartawan online kepada sejumlah awak media, ,Selasa (19/10) 2016.

    Menurut dia, ada petugas di pintu masuk tempat berlangsung acara wisuda melarang wartawan masuk sebelum ada izin dari panitia.

    “Saya mau masuk dan sudah kasih tau kepada petugas keamanan, namun kata petugas tersebut tidak boleh masuk karena belum ada izinnya, ” jelasnya.

    Sekretaris PWI Kabupaten Banyuasin,  Nacung Tajuddin menyayangkan kejadian itu, karena tidak ada izin dari panitia, wartawan tidak boleh masuk untuk liputan, jadi ‘gigit jari’ dan kecewa.

    “Ini namanya pilih kasih, seharusnya jurnalis yang hendak meliput jangan dihalangi dan kalau yang dapat liputan khusus silahkan, namun yang lain hanya ingin mencari informasi atau berita jangan dihalangi artinya panitia tersebut telah melanggar UU Pers nomor 40 tahun 1999,” tegasnya.

    Itu ada pidananya, lanjut  Nacung  setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan  tindakan yang berakibat menghambat  atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat  (3) dipidana dengan penjara paling lama 2 (dua) tahun atau  denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). “Maka jangan main dengan undang-undang  pers 199 nomor 40 ini,”tegasnya.

    Kepala AKN Banyuasin Sofran Nurozi ketika dihubungi melalui ponselnya  terkait masalah ini tidak diangkat. (Lubis)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com