• Warga Kelurahan RDPJKA Lahat Kebanjiran

    0

    banjir-yang-melanda-warga-rdpjka-lahatLahat, jurnalsumatra.com – Curah hujan yang cukup tinggi menerjang Bumi Seganti Setungguan akhir-akhir ini, ternyata membuat sebagian masyarakat cukup repot. Seperti yang dirasakan warga kelurahan RDPJKA, Kecamatan Lahat. Ratusan kepala keluarga (KK) yang bermukim dilokasi tersebut, mengalami kebanjiran setinggi betis orang dewasa.

    Hal ini juga, meski langkah antisipatif apapun yang telah dilakukan warga Jalan Satria Kelurahan RDPJKA bersama luarahya untuk mengatasi banjir yang selalu datang dikala hujan turun terasa sia – sia dan terbilang percuma,dari gotong royong yang dilakukan sampai memperbanyak spal kecil untuk mengurangi volume air akan tetapi tidak ada ubahnya. Sebab Banjir yang terjadi akibat hujan ini di karenakan bayaknya penyepitan yang disebabkan bangungan liar diatas spal.

    Lurah RDPJKA Suryoto mengatakan, bahwa banjir ini memang sudah bukan masalah asing lagi, sebab RDPJKA ini memang dikenal salah satu pemuikiman yang padat penduduk. “Mungkin, salah satu faktor karena daerahnya yang sudah padat peduduk jadi menambah warga untuk memperluas bangunan rumah, sampai ada sebagian warga yang mendirikan bagunan di atas saluran pembuangan air limbah warga (SPAL),” jelasnya, saat dibincangi wartawan, Selasa pagi (25/10).‎

    Menurutnya banjir yang dialami warga RDPKA ini juga di sebabkan aliran air yang datang dari dataran tinggi, dari arah gunung gajah dan pagar agung yang menambah volume air lebih meningkat,sedangkan jalur pembuangan air cuma dua arah.

    “Satu pembuangan air kerah pasar bawah,satu lagi ke arah Kelurahan Talang Jawa pinggir jalan lintas,” ujarnya lagi.

    Lebih jauh, dikatkannya, banjir yang terjadi di kelurahan RDPJKA ini dialami didua titik, pertama di sebelah kiri jalan yaitu RT 1234 dan sebelah kanan jalan RT 56789. Tetapi untuk yang mengalami tingkat banjir yang bervolume ukuran air sedang sampai besar hanya 4 RT saja.

    “Pertama, di RT 1 dan 2 dan juga RT 6 dan 9, itu tingkat banjir yang paling parah dengan ketinggian air betis orang dewasa,” tuturnya.

    Untuk itu, Ia mengharapkan, jika nantiya ada anggara yang dialokasikan oleh pemerintah melalui dinas terkait guna menimalisir bajir yang terjadi akibat hujan ini, apalagi di tambah musim hujan membuat volume air meningkat.

     “Pastinya, ketika hujan menerjang Lahat 15 menit sampai 20 menit saja banjirpun bisa dipastikan akan terjadi. Nah, untuk mengubah keadaan ini bukan perkara yang mudah, setidaknya di minimalisir dulu,” harap Suryoto.

    Sementara itu, Sukir (41) salah satu Warga yang tinggal tidak jauh juga dengan pasar kaged ini cuma bisa pasrah dan berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa mengatasi masalah yang sudah mejadi penyakit tahunan ini.

     “Ya harapan kami warga yang bermukim disini, persoalan yang sudah menahun ini dapat segera teratasi, agar citra kelurahan RDPJKA tidak lagi terkenal degan daerah rentang banjir,” kata Sukir. (Din)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com