• iklan 3


  • WABUP Sleman: PNS Harus Tanggap Keadaan Lingkungan      

    0

    Sleman, jurnalsumatra.com – Pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Sleman berasal dari masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat sehingga harus tanggap terhadap keadaan lingkungan, kata Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Muslimatun.
    “Sesuai pedoman etika bermasyarakat, pegawai selayaknya siap mewujudkan pola hidup sederhana, berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat, memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, dan menumbuhkembangkan keharmonisan saling pengertian,” kata Sri Muslimatun pada pengajian pembinaan rohani bagi PNS dan kalangan TNI/Polri di Masjid Agung Soedirohusoedo, Selasa.
    Menurut dia, pegawai dalam kehidupannya di tengah masyarakat selayaknya menjadi figur yang dapat diteladani dan dapat membimbing, sehingga apa yang diperbuat akan dipercaya dan dicontoh masyarakat.
    “Pegawai sangat berperan dalam membina umat beragama dengan pengetahuan dan wawasannya sehingga mampu menularkan sikap saling menghormati, dan saling percaya di antara umat beragama,” katanya.
    Ia mengatakan kondisi masyarakat Sleman yang sangat heterogen, di satu sisi menjadi kekayaan sumber daya manusia (SDM), di sisi lain memiliki konsekuensi di bidang ketentraman dan ketertiban umum, dimana dinamikanya sangat tinggi dan mengandung potensi konflik.
    “Selain itu, di bidang pemerintahan umum saat ini juga masih terdapat konflik sosial dan konflik SARA di masyarakat,” katanya.
    Sri Muslimatun mengatakan pengertian hijrah ada dua, yaitu hijrah fisik dan hijrah maknawiyah. Hijrah fisik adalah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
    Hijrah maknawiyah adalah berpindah dari kegelapan menuju terang benderang, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kebodohan menuju kepandaian, dari kemalasan menuju kerajinan, dari kekafiran menuju keimanan, dari kemusyrikan menuju ketauhidan, dari kekufuran menuju kesyukuran, dari kehinaan menuju kehormatan,” katanya.
    Wakil Bupati Sleman mengajak Peringatan Tahun Baru Hijriyah kali ini dapat menjadi tonggak awal revolusi mental pegawai Pemerintah Kabupaten Sleman untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
    Dengan semangat Tahun Baru Hijriah pegawai diajak untuk berhijrah atau berpindah dari sifat/tempat yang buruk ke sifat/tempat yang lebih baik sehingga dapat menjadi pegawai-pegawai yang ber-ahklak mulia, suri tauladan yang baik dan menjadi penerang baik dalam memberikan pelayanan publik di lingkungan pekerjaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com