• Tangerang Gandeng UGM Garap Kawasan Dadap

    0

         Tangerang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menata kawasan Kampung Baru Dadap, Kecamatan Kosambi yang selama ini kumuh dan dijadikan sebagai lokasi prostitusi.
    “Akademisi UGM melakukan kajian di lapangan dan memantau lokasi agar dapat diambil langkah untuk dilakukan perbaikan,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Kamis.
    Ahmed mengatakan upaya melibatkan akademisi agar lebih baik dan ada manfaat bagi warga setempat sehingga tidak terkena banjir air laut pasang setiap tahun.
    Pernyataan tersebut terkait Pemkab Tangerang berusaha menertibkan kawasan protitusi di Desa Dadap tersebut dengan membongkar sejumlah bangunan menggunakan alat berat.
    Namun ketika hendak dibongkar, pemilik bangunan protes dan mereka melakukan perlawanan kepada Satpol PP dan instansi terkait lainnya termasuk aparat Polresta dan Polda Metro Jaya.
    Upaya pembongkaran akhirnya ditangguhkan dan pemilik bangunan kemudian melaporkan masalah tersebut ke Komnas HAM dan Ombudsman.

         Padahal upaya Pemkab Tangerang menata kawasan tersebut agar lebih baik meski penghuni bangunan menempati lahan milik PT Angkasa Pura II, sebagai pengelola Bandara Internasional Sokerano-Hatta dan tanah itu milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
    Ahmed menambahkan atas rekomendasi Ombudsman maka upaya penataan kawasan Dadap melibatkan akademisi dan warga setempat.
    Menurut dia, saat ini dilakukan pengukuran ulang luas lahan pada bekas kawasan prostitusi Kampung Baru, Desa Dadap, agar dapat ditata oleh instansi terkait.
    Pengukuran ulang itu penting karena bila luasnya di atas 10 hektare, maka kewenangan penertiban berada pada Pemprov Banten.
    Dalam pengukuran tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang.
    Bahkan dalam pengukuran tersebut juga melibatkan warga setempat maupun pemilik lahan lainnya agar diperoleh data akurat.
    Meski begitu, pihaknya masih menunggu laporan hasil pengukuran tersebut dan mendapatkan kesimpulan pihaknya mana yang berhak menertibkan.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com