• Produksi Cabai Turun Akibatkan Harga Naik

    0

         Temanggung, jurnalsumatra.com – Produksi cabai di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, turun sekitar 20 persen mengakibatkan harga cabai naik kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Temanggung, Harnani Imtikhandari
    “Curah hujan dan kelembaban udara tinggi sehingga memunculkan banyak penyakit sehingga berpengaruh pada produksi cabai dan berdampak pada kenaikan harga komoditas tersebut,” katanya di Temanggung, Jumat.
    Ia mengatakan dengan curah hujan dan kelembaban tinggi banyak tanaman cabai diserang patek dan virus kuning sehingga produksi turun. Dalam kondisi normal, panen cabai bisa 12 hingga 15 kali petik, namun sekarang hanya delapan hingga 10 kali petik.

         Ia menyebutkan areal tanam cabai besar di Temanggung hingga Oktober 2016 mencapai 250 hektare dan luas panen 69 hektare. Kemudian luas tanaman cabai rawit hingga Oktober 2016 mencapai 97 hektare dengan luasan panen 32 hektare.
    Ia menuturkan turunnya produksi tersebut diduga menjadi salah satu pemicu kenaikan harga cabai di pasaran. Cabai rawit yang semula  Rp15 ribu gingga Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Cabai keriting merah yang semula Rp20 ribu per kilogram naik menjadi Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram dan cabai keriting hijau dari Rp12 ribu per kilogram menjadi Rp25 ribu per kilogram.
    Menurut dia meskipun produksi turun, seharusnya harga cabai tidak setinggi harga tersebut karena produksi yang ada masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Temanggung.
    “Paling berpengaruh menentukan harga cabai adalah permainan dagang besar. Jika harga cabai lebih dari Rp28 ribu per kilogram maka akan berpeluang untuk import cabai guna mengendalikan harga di pasaran,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com