• iklan 3


  • Pikul Terapkan Layanan “SMESTA” Untuk Petani Nelayan

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Pikul, sebuah LSM di Kota Kupang yang bergerak di bidang adaptasi perubahan iklim menerapkan layanan “SMESTA–SMS Untuk Petani dan Nelayan” guna memberikan informasi tentang keadaan cuaca dan iklim kepada petani dan nelayan setempat.
    “Layanan SMESTA ini sebagai upaya membangun kapasitas masyarakat terutama petani dan nelayan dalam mengantisipasi dampak buruk perubahan iklim yang saat ini sedang terjadi secara global,” kata Perwakilan PIKUL Danny Watangterah kepada wartawan di Kupang, Rabu.
    Dia mengatakan, layanan SMS itu bisa membantu para petani maupun nelayan yang menyebar di daerah kepulauan Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah terkait kondisi cuaca dan iklim yang dialami melalui nomor ponsel genggam yang tercatat.
    Menurut dia, informasi iklim dan cuaca sangat penting bagi para petani dan nelayan di provinsi kepulauan itu guna mengetahui waktu bercocok tanam bagi petani dan melaut bagi nelayan.
    Para nelayan, misalnya, kata dia, belum memiliki ilmu pengetahuan yang memadai tentang keadaan arus dan gelombang sebelum melaut, namun baru mengetahui setelah berada di tengah laut.
    Sementara untuk petani, lanjut dia, masih menggunakan pengetahuan lokal untuk memperkirakan musim kemarau dan hujan, namun itu pun tidak semua petani melakukannya.

        Menurut Danny, berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya menunjukkan bahwa pengetahuan lokal tersebut masih akurat tetapi mulai memudar di beberapa wilayah karena lebih banyak dimiliki oleh para orang tua dan sering dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama.
    Oleh karenanya, akses informasi merupakan unsur penting bagi para petani dan nelayan dalam melakukan berbagai upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.
    “Para petani dan nelayan harus mendapat informasi yang memadai berdasarkan hasil perkiraan dari pihak otoritas seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat,” katanya.
    Dia mengaku, pihaknya mengapresiasi BMKG setempat yang saat ini sudah menerapkan layanan informasi melalui SMS mobile.
    “Layanan SMESTA ini yang kemudian diterapkan juga oleh BMKG untuk menyampaikan perkembangan iklim dan cuaca sehari-hari kepada masyarakat,” katanya.
    Pentingnya akses informasi iklim tersebut juga diakui oleh Direktur Lingkungan Hidup Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam dalam lokakarya wartawan yang diadakan oleh Lembaga Pers Dr Soetomo bekerja sama dengan Keduataan Besar Norwegia pada Selasa (25/10) di Kupang.
    Menurut dia, dunia saat ini tengah dihadapkan dengan kekhawatiran serius mengenai perubahan iklim yang membawa dampak negatif yang semakin mengancam peradaban manusia.
    “Oleh karenanya akses informasi menjadi sangat penting sehingga berbagai elemen bisa melakukan upaya atau tindakan adaptasi dan mitigasi denga cepat,” katanya menambahkan.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com