• Pemkot Palembang Rencanakan Penutupan TPA Sukawinatan

    0

    tpa-sukawinatanPALEMBANG, jurnalsumatra.com  – Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang menilai rencana penutupan TP SUKawinatan Palembang belum tepat, karena adanya proyek pembukaan TPA regional baru yang ada di wilayah Banyuasin. Karena produksi sampah di Palembang masih sangat tinggi.

    “Belum tepat kalau mau ditutup, karena TPA ini masih sangat dibutuhkan untuk menampung sampah yang ada, karena produksi sampah perhari mencapai 600 ton,”kata Sekretaris DKK, Mahbuk, Selasa (25/10).

    Menurut Mahbuk, penutupan memperlukan waktu dan sosialiasi sehingga masyarakat akan mengetahui jika TPA ini akan ditutup, oleh karena itu perlu kebijakan yang matang sehingga tidak ada yang dirugikan.

    “sekarang ini kalau mobil saja rusak dan alat yang rusak kami saja kewalahan, apa lagi kalau TPA ini ditutup, tentu akan banyak kendala yang terjadi, begitu juga dengan jarak yang relatif jauh untuk membuang sampah kesana,”urainya.

    Sebelumnya, Pemprov Sumsel bersama Pemkot Palembang dan Pemkab Banyuasin akan membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) membuat kesepakatan pembangunan TPA seluas 16 hektar tersebut ditargetkan rampung November mendatang. Diperkirakan, dana yang akan digunakan sebesar Rp 40 miliar.

    Hal tersebut diungkapkan, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Sumsel, Ikhwanuddin, usai Rapat Koordinasi Lanjutan, di ruang rapat setda, Senin (24/10”Ini merupakan rapat lanjutan, membahas rencana pembangunan TPA. Lokasinya di Desa Sukarela Kecamatan Rantai Bayur, Kabupaten Banyuasin, diperbatasan Kota Palembang,”jelas dia.

    Untuk luasannya, akui Ikhwanuddin, lahannya sudah disiapkan, mencapai 16 hektar, tinggal membangun saja. Total lahan tersebut, diakui memang ada lahan warga didalamnya, dan sudah melalui proses pembebasan lahan.

    Tahap awal, Pemprov Sumsel meminta ada kesepakatan awal antara Pemkab Banyuasin dan Pemkot Palembang. “Kita kejar awal November nanti, penyelesaian kesepakatan antara Pemkab Banyuasin dan Pemkot Palembang,”kata dia.

    Diperkirakan pada awal November akan dilakukan tanda tangan kesepakatan antara tiga Pemerintah itu dan akan dikaji di pusat. “Setelah sudah ditandatangi kesepakatan, maka akan diajukan ke pusat untuk dikaji. Setelah dikaji, barulah dana pembangunan akan cair dari pusat dan dimulai pembangunan,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com