• Pedagang Pasar 16 Ilir Tolak Rencana Pemasangan Awning

    0
    Pedagang Pasar 16 Ilir Tolak Rencana Pemasangan Awning

    Pedagang Pasar 16 Ilir Tolak Rencana Pemasangan Awning

    Palembang, jurnalsumatra.com – Lebih kurang ratusan orang pedagang dari pasar 16 Ilir mendatangi Kantor Walikota Palembang, terkait dengan adanya pembangunan awning dan kios di sepanjang Jl. Sentot Alibasa/Lorong Basah dengan melakukan orasi untuk menyampaikan apriasinya, Selasa, (19/10).

    Penolakan pembangunan awning dan kios yang berada di Jl, Sentot Alibasa/Lorong Basah ini, mendapat reaksi keras dari para pedagang dan pemilik kios yang berada di tempat itu, dengan melakukan aksi demo di Kantor Walikota palembang.

    Dalam orasi salah satu pedagang, Syamsi mengatakan kepada jurnalsumatra.com “Kami melakukan aksi demo penolakan pembangunan awning dan penarikan sejumlah uang dari pedagang oleh oknum, yang tidak sesuai denganUU nomor 09/1995 pasal 13 ayat (a) tentang usaha kecil, karena pemerintah berkewajiban menentukan tempat usaha yang meliputi dengan pemberian lokasi di pasar, ruang, pertokoan, lokasi yang wajar sesuai dan terjangkau bagi pedagang kaki lima.” Jelasnya tanpa mau menyebutkan siapa oknuk yang dimaksud.

    Menurutnya, oknum yang dimaksud juga sebagai pengusaha yang berinisial Z, yang langsung melakukan pembangunan awning disebagian tempat di lorong basah, pada Kamis, malam Jum’at kemaren, dan beredarlah isu nantinya, para pedagang harus membayar sejumlah uang setiap bulannya, pada oknum tersebut.

    Dikatakannya, bahwa pembangunan tersebut tanpa persetujuan pedagang, apalagi pedagang harus dituntut ini dan itu, semua ini harus di dengarkan dan diketahui oleh Walikota.

    “Harapan kami, kepada Walikota Harnojoyo, agar dapat dan lebih mengerti atas keluhan serta hidup para pedagang, kami masih belum nyakin kalau semua keluar dari Walikota, apa benar-benar surat yang beredar dari Walikota, karena tanda tangan itu bisa dibuat, begitupun dengan cap stempelnya bisa juga dibikin” terangnya.

    Lebih lanjut dikatakanya, kami meminta Pemkot Palembang untuk bisa hadir dan bisa menengahi permasalahan ini, untuk bisa memberikan solusi yang baik. karena kami tidak mau sampai tergusur dari lokasi apa lagi untuk membayar sewa dengan rencana pembangunan kios yang mewah.

    Dirut PD Pasar Asnawi Pratu saat dimintai keterangan mengatakan “Mengenai pembangunan di Jalan Sentot Alibasa akan di kelolah oleh PD Pasar Palembang Jaya dan mengenai pembangunan, nanti akan kita tata dengan baik dan dikoordinasikan selanjutnya dan tetap mengutamakan kepentingan para pedagang” jelasnya.

    Terkait tuntutan para pedagang yang menolak pembangunan di Lorong Basah Asnawi mengatakan, semua permasalahan ini, karena kurang pemahaman dari para pedagang mengenai adanya pemabangunan di lorong basah.

    “Ini sebenarnya bukan merupakan penolakan, tetapi para pedagang ini, belum mengerti dan memahami apa yang menjadi tujuan dari pembangunan di Lorong Basah ini. tetapi setelah kita paparkan di pertemuan tadi, baru mereka bisa mengerti. Padahal ini untuk kebaikan mereka dan untuk melindungi mereka semua” jelas Asnawi

    Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya pungutan uang yang akan dibayar oleh para pedagang, melalui karcis, merupakan hal yang illegal karena tidak ada perintah untuk melakukan pungutan tersebut. “Kepada para pedagang untuk tidak melakukan pembayaran dan stop melakukan pembayaran” himbaunya.

    “Selama ini tidak ada kontribusi yang masuk ke PD Pasar, apalagi untuk dana pungutan karcis tersebut, dan karcis tersebut palsu dan mulai sekarang jangan mau untuk membayar lagi” pungkasnya. (edchan)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com