• Pasca kebakaran Pasar Inderalaya, Tumpukan Sampah Sebarkan Aroma tak Sedap

    0

    unnamed-7INDRALAYA, Jurnal Sumatra- Bau tak sedap mulai tercium dari tumpukan-tumpukan sampah yang ada di Pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Pasca terbakarnya ratusan kios, los milik pedagang pasar Inpres OI, pada pertengahan September lalu, menyisakan ratusan kubik sampah.

    Sampah-sampah yang sudah mengeluarkan aroma tak sedap itu, dibiarkan tertumpuk di dalam halaman terminal pasar. Umumnya, sisa-sisa sampah yang terbakar itu, merupakan material bangunan, plastik, kain, peralatan rumah tangga hingga sampah makanan dan minuman.

    Pantauan di lokasi, sampah yang sebelumnya menumpuk tinggi, saat ini sudah terlihat sedikit menipis jika dibandingkan dua hari yang lalu.

    Menipisnya sisa sampah kebakaran kios, los pedagang pasar Inpres Inderalaya, dikarenakan pemadatan akibat guyuran hujan. Selain tumpukkan sampah, dibeberapa bagian sudut juga terlihat ulat belatung dan cairan berwarna hitam pekat yang sudah mengeluarkan aroma busuk.

    Salah satu pengunjung pasar Rudi (35) mengungkapkan, ketidaknyamanan disaat menunggu di pelataran halaman parkir pasar Inpres Inderalaya. Lanjutnya, selain tumpukkan sampah yang merusak pemandangan ditambah apabila ada hembusan angin sangat terasa aroma pekat busuk menusuk hidung.

    “Sejak beberapa hari terakhir ini dek, sampah sisa kebakaran dibiarkan menumpuk di halaman parkir pasar Inpres Inderalaya,” Katanya, Kamis (20/10/2016).

    Dirinya berharap kepada pihak terkait agar segera mengangkut sisa sampah ke tempat pemgungutan akhir. Karena, selain menimbulkan aroma tak sedap, dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit.

    Sementara itu, kepala pasar Inpres Inderalaya Erawati ketika dikonfirmasi mengakui kondisi sampah-sampah menumpuk di halaman parkir pasar Inpres Inderalaya. Lanjutnya, untuk menanggulangi permasalahan itu, dirinya selaku pihak pengelola pasar, butuh bantuan dari dinas terkait.

    “Ada berbagai kendala yang dihadapi, baik dari sisi minimnya kelengkapan peralatan, dan armada kendaraan kebersihan. Memang sampah-sampah itu, telah dihimpun oleh petugas kita dan pedagang itu sendiri ke kontainer sampah yang tersedia. Namun, sisa sampah itu melebihi kapasitas,” Ujarnya.

    Ia menyatakan, pihaknya telah menghubungi dinas PU Bina Marga, meminjam alat berat yang dipergunakan untuk mengangkut sampah ke Dumptruck. Namun, belum juga terealisasi.

    “Kami berharap kepada instansi terkait dapat membantu permasalahan tersebut,” Harapnya. (Edi)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com