• Pangarmatim Lepas 107 Prajurit Ke Lebanon

    0

    Surabaya, jurnalsumatra.com- Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksda TNI Darwanto melepas 107 prajurit yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB untuk berangkat ke Lebanon dengan KRI Bung Tomo-357 di Dermaga Madura Ujung Koarmatim, Surabaya, Rabu.
    “Tugas mereka adalah misi perdamaian dunia. Dalam tugas itu ada misi darat, laut, dan udara, maka tugas kita di Perairan Lebanon,” katanya setelah melepas tali kapal KRI Bung Tomo yang akan menggantikan KRI Sutan Iskandar Muda (SIM)-387 yang masih berada di Lebanon.
    Setelah melepas 107 prajurit yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Forces in Lebanon) 2015, ia menjelaskan penugasan di Lebanon pada tahun ini lebih lama yakni setahun, padahal tahun lalu hanya 10 bulan.
    “Sepuluh bulan di sana, KRI Sutan Iskandar Muda-387 melakukan patroli perairan hingga 32 kali, karena itu KRI Bung Tomo-357 mungkin bisa lebih dari 40 kali ‘on task’ (patroli perairan) selama setahunan di sana,” katanya.
    Namun, ia menjamin prajuritnya sudah melakukan persiapan maksimal, termasuk mengantisipasi gangguan dari luar.
    “Kapal sudah kita siapkan, baik sensor, alat komunikasi, helikopter, semuanya sudah siap, bahkan semuanya sudah melalui pemeriksaan Tim PBB,” katanya.
    Meski begitu, ia tetap meminta prajuritnya yang bertugas di wilayah konflik untuk mewaspadai tiga sasaran yakni bawah air, permukaan air, dan udara yang sewaktu-waktu dapat diserang orang.
    Selain tugas operasional, ia mengatakan setiap prajurit TNI di luar negeri juga mengemban tugas diplomasi.
    “Karena itu saya minta jangan berbuat tercela dan menjalin pergaulan yang baik di negara orang, sesuai budaya kita yang dikenal orang asing sebagai bangsa yang ramah,” katanya.
    Ia mencontohkan penugasan dirinya mengawaki KRI Dewaruci yang mengarungi lautan hingga ke Amerika. “Orang Amerika sangat terharu, karena kita bisa sangat garang dalam pertempuran, tapi dalam pergaulan sangat ramah, seperti tidak mengenal musuh,” katanya.
    Sementara itu, Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman mengatakan ke-107 prajurit yang berangkat ke Lebanon itu dipilih melalui seleksi yang ketat mulai dari bahasa, komputer, kesehatan, dan sebagainya.
    “Mereka juga menjalani pratugas selama 19 hari di Pusat Komando Latihan Armatim (Kolatarmatim), di antaranya visit board search seizure (VBSS), replacement at sea (RAS), peran kebakaran, peran kebocoran, dan peran peninggalan,” katanya.
    Selama latihan, mereka juga mendapatkan pembekalan dari Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Kol Pnb Engkus Kuswara serta Kepala Sub Direktorat Keamanan Internasional Kemlu Diana ES Sutikno.
    KRI Bung Tomo sendiri merupakan salah satu dari tiga jenis kapal MRLF (multi role light fregate) milik TNI AL. Pemberian nama Bung Tomo untuk mengenang peran Arek Suroboyo itu dalam membangkitkan semangat dalam Pertempuran 10 November 1945.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com