• OJK KALBAR : Inklusi Keuangan Baru 51 Persen      

    0

    Pontianak, jurnalsumatra.com – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Kalbar Asep Ruswandi mengatakan inklusi keuangan di Indonesia termasuk di Kalbar baru mencapai 51 persen dan pencapaian persentase jumlah penduduk dewasa yang memiliki akses keuangan tersebut harus ditingkatkan.
    “Inklusi keuangan saat ini perlu menjadi perhatian bersama apalagi di Kalbar yang masih terbilang rendah. OJK Kalbar dan bersama pelaku industri keuangan di Kalbar akan fokus bagaimana inklusi keuangan di Kalbar tinggi,” ujarnya di Pontianak, Jumat.
    Dikatakan Asep dalam rangka memperluas akses keuangan masyarakat terhadap layanan keuangan tersebut, pada tanggal 1 September 2016 telah dikeluarkan Peraturan Presiden RI No. 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI). Menurutnya dengan adanya Perpres tersebut akan memperkuat kerja dan semangat penguatan inklusi saat ini.
    “Dalam Perpres tersebut ditargetkan bagaimana pada tahun 2019 mendatang inklusi keuangan di Indonesia minimal sudah 75 persen. Kita optimistis jika kita bergandengan bersama dengan melibatkan semua pihak inklusi keuangan bisa terwujud,” tuturnya.
    Untuk mencapai target keuangan sebagai mana amanah SNKI di Kalbar pihaknya akan terus memantau kerja dan pencapai yang ada. Menurutnya setiap semester atau per tahun pencapaian yang ada yang dilakukan industri keuangan akan terus dievaluasi.
    “Kita akan potret kinerja inklusi kita di Kalbar. Kita akan cari celah bagaimana layanan keuangan diketahui dan dimanfaatkan semua pihak,” kata dia.
    Ditambahkanya saat ini di Kalbar ada 20 kecamatan yang masih belum disentuh layanan keuangan seperti perbankan. Hal itu menurutnya sebagai bukti bahwa perlu memperkuat peran industri keuangan menjangkau.
    “Oleh karena itu dan sesuai momen bulan inklusi keuangan yang jatuh pada Oktober, kita bersama seluruh industri keuangan di Kalbar menggelar pekan inklusi keuangan dan investival di Auditorium Universitas Tanjungpura Pontianak selama dua hari yakni 20-21 Oktober 2016. Itu satu di antara langkah konkrit penguatan inklusi keuangan saat ini,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com