• iklan 3


  • NTT Benahi Program “Anggur Merah” Tekan Kemiskinan

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melakukan pembenahan terhadap sistem pengelolaan dana yang disalurkan ke desa-desa melalui program desa mandiri “Anggur Merah” atau anggaran untuk rakyat menuju sejahtera, guna menekan angka kemiskinan.
    “Pembenahan pengelolaan dana ‘Anggur Merah’, agar bisa tetap menjadi dana abadi untuk semua desa di NTT, dan semua masyarakat desa bisa memanfaatkannya untuk membangun usaha-usaha ekonomi produktif,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa kepada Antara di Kupang, Kamis.
    Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan upaya yang sedang dan akan terus dilakukan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
    “Dari lima indikator pembangunan nasional, yakni kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi dan inflasi, angka kemiskinan kita di NTT masih cukup tinggi, sehingga salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melakukan pembenahan terhadap sistem pengelolaan dana ‘Anggur Merah’.
    Menurut dia, gubernur sudah memerintahkan supaya, secepatnya didesain langkah-langkah pembenahan di dalam pengelolaan dana ‘Anggur Merah’ agar dana-dana itu tetap menjadi dana abadi pada setiap desa.
    Jika dana ini tetap menjadi dana abadi desa, maka masyarakat bisa memanfaatkannya untuk usaha-usaha ekonomi produktif di pedesaan, kata Wayan Darmawa.

         Artinya, masyarakat tidak perlu ke bank untuk pinjam uang karena harus ada agunan. Cukup menggunakan dana ‘Anggur Merah’ untuk membuka usaha produktif, dan hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat sendiri, katanya menjelaskan.
    Dia yakin, jika dana yang disalurkan melalui program Desa Mandiri Anggur Merah ini bisa dikelola secara maksimal, akan tercipta usaha-usaha produktif di desa-desa dan tentu akan memberikan efek ekonomi kepada masyarakat.
    Mengenai sistem, dia mengatakan, sistem yang paling mungkin adalah membentuk koperasi di desa.
    Koperasi inilah yang akan dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan dana desa ini, sehingga semua warga desa memiliki kesempatan untuk menggunakannya.
    “Sistem pengelolaannya masih kita kaji. Tentu lebih mengarah pada pemberian kemudahan kepada masyarakat desa untuk memanfaatkannya, karena banyak orang desa sulit meminjam modal di bank, yang selalu meminta jaminan,” katanya.
    Program Desa Mandiri “Anggur Merah” atau anggaran untuk rakyat menuju sejahtera diluncurkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada HUT NTT ke-53 tanggal 20 Desember 2010.
    Dalam program yang sudah berlangsung di tahun ke enam ini, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk tiap desa/kelurahan miskin di provinsi kepulauan itu sebesar Rp250 juta untuk usaha ekonomi produktif.
    Di setiap desa menerima dana ini juga ditempatkan satu pendamping kelompok untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam membangun usaha ekonomi produktif.
    “Kalau berbentuk koperasi di desa, maka pendamping desa yang ada bisa beralih status menjadi pengurus koperasi,” kata Wayan.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com