• iklan 3


  • MGPS Kelima Libatkan Beragam Unsur Partisipan

    0

    wr3umyYogyakarta, jurnalsumatra.com – Perdana Global Peace Foundation (PGPF) Malaysia akan menyelenggarakan Mahathir Global Peace School (MGPS). Pada MGPS ke lima yang akan diselenggarakan pada 25 November 2016 hingga 5 Desember 2016 kali ini, akan berbeda dengan MGPS sebelumnya.

    Jika pada MGPS sebelumnya hanya melibatkan mahasiswa atau peneliti, maka pada MGPS ke lima ini, partisipan yang dilibatkan akan lebih beragam karena berasal dari berbagai unsur kalangan: institusi, pemerintahan, mahasiswa dan dosen, aktivis, jurnalis, peneliti, maupun NGO-NGO yang bergerak dan concern di bidang perdamaian dan resolusi konflik.

    Seperti disampaikan Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng., Ph.D., PE selaku penanggungjawab, MGPS kali ini memang melibatkan lebih banyak unsur partisipan. “Hal tersebut dilakukan sebagai langkah agar masyarakat umum mengetahui isu perdamaian dunia,” tandas Sri Atmaja, Kamis (27/10/2016) di Yogyakarta.

    Awalnya, MGPS ini memang dibuat sebagai sekolah singkat (short course) yang bertujuan untuk mengkaji kajian perdamaian. Karena itu, target awal pesertanya adalah mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jurusan, mahasiswa pascasarjana atau peneliti. Jika kajian perdamaian hanya dilakukan dari kalangan kampus atau akademisi saja, maka isu tentang perdamaian dunia, penyelesaian konflik dan dialog antaragama hanya akan memiliki lingkup yang kecil, hanya terbatas di kampus. “Dan misi untuk mewujudkan perdamaian dunia ini tentunya belum tersampaikan kepada masyarakat,” papar Sri Atmaja yang menambahkan karena itulah kemudian ditambah partisipan dari unsur-unsur lain.

    Untuk MGPS ke lima ini, memang dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya: melibatkan banyak institusi, baik swasta maupun pemerintahan, yang punya concern terhadap perdamaian, resolusi konflik dan dialog antaragama.

    Melalui MGPS itu pula akan banyak dampak positif yang bisa didapatkan oleh peserta. Salah satunya menciptakan generasi yang mempunyai pemahaman tentang kajian perdamaian. Selain itu, MGPS ke lima ini juga mengusung tema “Peace and Inter-religious Dialogue in Worldwide Education”, yakni menjadikan perdamaian dan dialog antaragama menjadi satu kesatuan dalam pendidikan formal maupun informal.

    Tema tersebut diusung juga agar MGPS mempunyai concern yang kuat dalam perdamaian dan dialog antaragama atau toleransi. Dan MGPS mempunyai seri yang berbeda-beda setiap tahunnya. Untuk MGPS tahun ini akan ada beberapa hal yang dibahas. Pertama, berbicara tentang perdamaian secara umum, kemudian ada resolusi konflik. Yang kedua, berbicara tentang migrasi, satu isu yang cukup penting di dunia. Seperti yang terjadi di Suriah, penduduknya melakukan migrasi besar-besaran ke Eropa karena perang. Kemudian juga akan menekankan tentang dialog antaragama.

    MGPS ini juga menjadi salah satu media untuk berkontribusi secara nyata dalam isu perdamaian dunia. Nantinya pemikiran-pemikiran hasil dari MGPS ini dibukukan dan menjadi kurikulum untuk dapat digunakan masyarakat umum. (Affan)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com