• Menggelorakan Semangat Iptek dan Imtaq di Kampus

    0

    icmiYogyakarta, jurnalsumatra.com – Sebagai ujung tombak Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Orsat (organisasi satuan) ICMI yang ada di kampus wajib menggelorakan semangat ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta iman dan taqwa (imtaq). Adapun kegiatan yang bisa dilakukan Orsat ICMI untuk menggelorakan semangat itu bisa berupa circle qur’an and sains, yaitu pengajian yang mengkaji sains dengan al-Qur’an.

    Ketua Umum ICMI, Prof. Dr. Jimly Assiddiqie, menegaskan, rasionalitas masyarakat harus dibangun. “Dan itu kami mulai dari kampus-kampus sebagai tempatnya para cendekiawan,” kata Jimly hari ini, yang menambahkan idealnya orsat ICMI ada di kampus.

    Kegiatan yang dilakukan mengintegrasikan iptek dan imtaq, yaitu dengan kajian sains dan al-Qur’an yang disebut circle qur’an and sains. “Untuk itu, agenda Islamisasi sains teknologi perlu dibudayakan,” tegas Jimly.

    Pengurus ICMI Wilayah DIY  periode 2016-2021 kemarin dilantik Jimly Assiddiqie di Convention Hall Asri Medical Centre (AMC) Yogyakarta. Jimly pun mengingatkan bahaya pengajian yang bersifat brainwash di kampus-kampus. Pengajian-pengajian brainwash bermacam-macam bentuknya dan hal ini tidak main-main. “Jangan sampai kita kemasukan aliran-aliran yang tidak jelas seperti ini,” tandasnya.

    Pasalnya, tidak hanya kalangan bawah saja yang terseret. Kalangan cendekiawan yang bergelar resmi pun ikut terseret. “Mudah-mudahan dengan hadirnya ICMI ini dapat membantu membangun kesadaran masyarakat akan rasionalitas,” ungkap Jimly yang mengingatkan anggota ICMI bisa mengombinasikan ide dan aksinya.

    ICMI harus pandai berkiprah. ICMI harus memainkan peran sebagai cendekiawan sejati yang mengombinasikan ide dan aksi. Cendekiawan dalam pandangan ICMI, bukan hanya yang mempunyai kualitas secara formal, namun juga mempunyai kepedulian dan mampu beraksi. Tidak terjebak oleh pengertian ilmuwan secara konvensional yang menitikberatkan wacana tanpa adanya pergerakan.

    Hal itu diakui Herry Zudianto, ketua umum ICMI DIY periode 2016-2021, yang menyerukan  masyarakat DIY agar siap dalam menghadapi tantangan global. Dalam era globalisasi sekarang ini, DIY mendapat tantangan eksternal, yaitu kompetisi antar aerah untuk menjadi yang terbaik.

    “Secara internal kita juga mendapat tantangan dalam mempertahankan keistimewaan kita. Maka dari itu, kita juga harus benar-benar menunjukkan keistimewaan kita. Seperti arah Jogja Renaissance atau pencerahan, yakni pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga, tata ruang, dan lingkungan,” kata Herry Zudianto, Minggu (23/10/2016).

    Bagi Herry, ICMI memiliki peran penting dalam merespons Jogja Renaisaance. Dalam pandangan ICMI, cendekiawan merupakan orang yang menggunakan kecerdasannya untuk bekerja, belajar, membayangkan, mengagas, atau menyoal dan menjawab persoalan tentang berbagai gagasan. “Melalui ICMI kami harap mampu membangun keistimewaan Jogja,” ujar mantan Walikota Yogyakarta.

    Pengurus ICMI  DIY periode 2016-2021 terdiri dari H. Herry Zudianto,SE, Akt, MM (ketua umum), Prof. Dr. Bambang Cipto, MA (ketua harian), wakil ketua: Prof. Suyanto, PhD, Prof. H. Buchory, MS,M.Pd dan Ir. Syauqi Suratno, MM, Sri Atmadja, PhD (sekretaris), Dr. Trias Setyawati (wakil sekretaris), Hj. Afifah A. Aziz (bendahara), wakil bendahara: Noor Liesnany Pamelia dan  Emy Rohayati Edy dengan sekretaris eksekutif dijabat Fatoni, SE.Sy. (affan)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com