• iklan 3


  • MCM Tabalong Belum Produksi Batubara Terkendala Jalan

    0

        Tanjung, jurnalsumatra.com – PT Mantimin Coal Mining (MCM) di Desa Kaong Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, belum memproduksi batubara karena terkendala tidak adanya jalan tambang, meski perusahaan itu sudah mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan sejak 2009.
    Kepala Seksi Inventarisasi dan Penatagunaan Lahan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tabalong Harlina Herawati di Tanjung, Rabu, mengatakan izin pinjam pakai kawasan hutan pada kawasan hutan produksi yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan pada 2009 mencapai 266 hektare.
    “Izin pinjam pakai yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan pada 2009 untuk PT Mantimin Coal Mining memang untuk eksploitasi batubara namun karena belum memiliki jalan tambang dan tak ada akses ke pelabuhan akhirnya hingga saat ini belum bisa produksi,” jelas Harlina.
    MCM sendiri merupakan perusahaan batubara yang memegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PK2B) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan beroperasi di Kabupaten Tabalong serta Balangan.

        Sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.122/Menhut-II/2009 disebutkan izin pinjam pakai kawasan hutan kepada PT MCM mencakup areal penambangan 124,50 hektare serta sarana dan prasarana 141,50 hektare.
    Sementara itu Kabid Pemolaan dan Pengembangan Usaha Mokhammad Nur’aini mengatakan rencananya PT MCM akan menggandeng PT Kampar Indonesia untuk keperluan angkutan batubara ke pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah.
    “Sebelumnya Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kabupaten Tabalong melakukan survei terkait rencana pembangunan jalan tambang sepanjang 30 kilometer dari Desa Bilas ke wilayah Kalimantan Tengah dan jalan itu nantinya akan dimanfaatkan MCM untuk angkutan batubara,” jelas Nur’aini.
    Selanjutnya data di Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat dari total 18.583 hektare kawasan hutan yang masuk dalam izin usaha pertambangan, PT Adaro Indonesia memiliki luas izin pinjam pakai yang terbanyak yakni 7.512 hektare.
    Selain PT Adaro Indonesia dan Pertamina, enam perusahaan pertambangan lainnya yang sudah kantongi izin pinjam pakai kawasan hutan, yakni PT Interex Sacra Raya, PT Mantimin Coal Mining, PT Global Multi Energi, CV Cakra Persada Mandiri, CV Berkat Mufakat Bersama dan PT Bara Pramulya Abadi.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com