• iklan 3


  • LIPI Dan Jepang Bahas Keragaman Vertebrata Asia

    0

        Bogor, jurnalsumatra.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,  The Japan Society for Promotion of Science, dan Kyoto University Museum,  menggelar simposium internasional membahas kekayaan dan keragaman spesies vetebrata Asia di Bogor, Jawa Barat, Senin.
    “Negara-negara Asia memiliki keanekaragaman jenis hewan vertebrata dan angka pemanfaatan yang tinggi, butuh data ilmiah dan usaha konservasi yang tepat untuk pemanfaatan yang berkesinambungan,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati.
    LIPI melalui Pusat Penelitian Biologi menyelenggarakan Simposium keenam yang membahas topik kekayaan dan keanekaragaman spesies vetebrata untuk pembangunan berkesinambungan di negara-negara Asia dalam kerangka pemanfaatan sumber daya dan keanekaragaman hayati.
    Simposium tersebut diharapkan menjadi ajang pertukaran informasi ilmu pengetahuan dan riset terkini mengenai keanekaragaman vertebrata Asia sekaligus menjadi media inisiasi jejaring ilmiah antarpeneliti terutama peneliti muda di berbagai negara Asia.

        “Kami mengharapkan pula melalui jejaring ilmiah tersebut dapat tercipta kolaborasi dan kerjasam riset di masa akan datang,” kata Enny.
    Selain menyelenggarakan simposium, LIPI juga mendorong terjalin hubungan dan kesepahaman yang erat dalam menyusun kerja sama penelitian baik antarindividu maupun antarinstitusi penelitian, serta terbukanya wawasan peneliti muda dari Asia tentang keanekaragaman hayati di Indonesia.
    Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI Witjaksono menambahkan simposium AVIS tersebut diikuti oleh peserta dari sembilan negara di Asia yakni Indonesia, Jepang, Korea, China, Thailand, Myanmar, Malaysia, Vietnam, dan India.
    Simposium AVIS merupakan simposium ilmiah dan diskusi panel menghadirkan pemakalah utama Yayuk R Suhardjono yang menyampaikan materi mengenai sejarah koleksi ilmiah di Indonesia.
    Lalu pemakalah dari Jepang Masaharu Motokawa memaparkan tentang pembangunan jejaring untuk keragaman jenis vertebrata Asia. Tri Maharani menyampaikan paparan tentang manajemen penanganan kasus gigitan ular di Indonesia, dan Sugeng Raharso dengan materi mengenai pentingnya ilmu pengetahuan hayati untuk menunjang kehidupan, khususnya mengenai riset antibisa ular.(anjas)_

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com