• Kuliner Palembang Kerupuk “Kemplang” Kurang Inovasi

    0

    Palembang ,jurnalsumatra.com- Kuliner khas Palembang berbahan ikan yang kerap dijadikan oleh-oleh kerupuk “kemplang” terbilang kurang inovasi dari sisi kemasan, karena selalu dibungkus dalam plastik bening.

    Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Selatan, Yazuli di Palembang, Rabu mengatakan, pemerintah sudah berupaya memberikan pengertian ke pelaku usaha dengan menggelar pelatihan hingga mengajak studi banding ke daerah lain untuk berinovasi dalam kemasan ini.

    Namun, setelah dilakukan beberapa kali, terbilang belum memberikan respon positif karena tetap saja beredar di pasaran yakni kemplang yang dibungkus plastik bening.

    “Tampilan masih seperti yang biasa dilihat seperti ini, selalu dikemas dalam plastik putih dengan ukuran minimal seperempat kilogram hingga 1-2 kg per bungkus. Seharusnya, pelaku usaha berani berinovasi dengan membuat ukuran lebih kecil sehingga memberikan banyak pilihan,” kata dia.

    Menurutnya, pelaku usaha sudah saatnya menyesuaikan dengan perilaku konsumen yang mulai menginginkan kevariatifan, kepraktisan, dan keunikan.

    “Meski makanan khas, tapi bisa saja dibuat lebih menarik, misal dalam plastik ukuran lebih kecil sehingga tidak perlu lagi para pendatang membawa plastik dalam ukuran besar,” kata Yazuli.

    Inovasi merupakan bagian yang sangat penting dalam usaha kecil dan menengah karena dengan berinovasi akan membuat suatu produk terus diminati pasar.

    Hal ini sebaiknya juga diterapkan untuk pelaku usaha kuliner dodol, pempek dan lainnya.

    “Seperti dodol durian khas Palembang, mengapa harus dibungkus dengan ukuran seperempat, sehingga saat memakannya membutuhkan pisau untuk memotong. Cobalah berinovasi dengan membuat ukuran yang lebih kecil,” kata dia.

    Sektor UMKM saat ini sedang digenjot pertumbuhannya di Sumsel, karena tak berapa lama lagi bakal menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 tahun 2018.

    Pada tahun 2015 terjadi peningkatan persentase kenaikan omzet UMKM dari Rp24,96 triliun pada 2014 menjadi Rp25,27 triliun pada tahun 2015.

    Sedangkan pertumbuhan wirausaha baru meningkat menjadi 319 unit UKM atau sekitar 73,37 persen pada 2015 jika dibandingkan tahu 2014.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com